DLH Langkat, "Tak Satupun Pengusaha Pertambangan Galian Golongan C Di Gebang Kantongi Izin.

Sebarkan:

 


LANGKAT | Dua oknum pengusaha pertambangan galian golongan C berinisial S dan E yang diduga tidak memiliki izin atau Izin Usaha Pertambangan (IUP) di desa paluh manis, kecamatan gebang, kabupaten langkat, telah keluarkan galian tanah sebanyak 1081 dum truck, hal ini dikatakan sumber yang merupakan anggota DPRD Langkat, pada Selasa (20/04/2021).

Lebih lanjut dikatakan sumber, pada Rabu 07/04/2021 dum truck engkel sebanyak 23, dum truck toronton sebanyak 72, kemudian Kamis 08/04/2021, dum truck engkel sebanyak 26, dan dum truck toronton 98.

Selanjutnya pada Jumat, 09/04/2021 dum truck engkel sebanyak 35 dan dum truck toronton sebanyak 144, pada Sabtu, 10/04/2021, dum truck engkel sebanyak 28, dan dum truck toronton sebanyak 111.

Pada Minggu, 11/04/2021, dum truck engkel 25 dan dum truck toronton sebanyak 138, kemudian pada Senin 12/04/2021, dum truck engkel sebanyak 20, dan dum truck toronton sebanyak 88.

Pada Rabu 14/04/2021, dum truck engkel 22, dan dum truck toronton sebanyak 81, selanjutnya pada Kamis 15/04/2021, dum truck engkel sebanyak 25, dan dum truck toronton sebanyak 95, dan pada Jumat 16/04/2021, dum truck engkel sebanyak 14, dan dum truck toronton sebanyak 36, maka jumlah dum truck engkel sebanyak 218 dan dum truck toronton sebanyak 863, dan jumlah keseluruhan tanah galian yang telah dikeluarkan sebanyak 1081 dum truck yang akan dicairkan besok pada Rabu (21/04/2021), terang sumber.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan Hidup Langkat, Yasir, dikonfirmasi Metro Online.co beberapa hari lalu dikantor kerjanya mengatakan, "tak satupun pengusaha pertambangan galian golongan C di Kecamatan Gebang memiliki IUP.

Adapun dua pengusaha pertambangan galian golongan C di kecamatan gebang yang datang kekantor dinas lingkungan hidup kabupaten Langkat mengurus dokumen lingkungan adalah di desa bengkirai dan padang langkat kecamatan gebang.

Dan pengurusan dokumen lingkungan tersebut masih dalam proses, yang artinya bahwa dokumen tersebut belum selesai dikarenakan beberapa persyaratan belum diantarkan oleh pengusaha.

Dan meskipun pihak dinas lingkungan hidup langkat telah keluarkan dokumen lingkungan hidup, bukan berarti sipengusaha telah bisa beroperasi melakukan pengerukan tanah, ucap Yasir.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PIB DPRD Langkat, Luky, dikonfirmasi Metro Online.co melalui handpon sekira pukul 16.01 wib, handpon aktif namun enggan menjawab.

Ketau Komisi C DPRD Langkat, yang membidangi perizinan, Samrai, dikonfirmasi Metro Online.co melalui handpon sekira pukul 16.06 wib, mengatakan, " dalam waktu dekat komisi C DPRD Langkat akan memanggil pihak HKI, guna mempertanyakan siapa saja vendor yang memiliki izin pemasok tanah galian golongan C.

Saat disinggung mengenai pengusaha pertambangan galian golongan C berinisial S, anggota DPRD Langkat, yang ditugaskan di komisi B dari fraksi PIB, ketua komisi C DPRD Langkat ini enggan berkomentar terlalu jauh.

Yang jelas, kata ketua komisi C tersebut, dirinya sudah pernah mengingatkan pengusaha pertambangan galian golongan C yakni anggota DPRD Langkat berinisial S, mengenai perizinan galian golongan C milik S.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak kontraktor PT HK Infrastuktur (HKI) belum dapat dikonfirmasi.(mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini