-->

Polisi Masih Segel SPBU 14.214.225

Sebarkan:


LABUHAN BATU
|  Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.214.225 membantah ada minyak bio solar campur air. Dan mereka masih mencari tahu konsumen yang komplain menyoal minyak bio solar yang diduga bercampur air di SPBU tersebut.


“Pihak SPBU tetap mengedepankan rasa tanggung jawab kepada konsumen dengan telah mengganti rugi kerusakan pada kendaraan yang telah mengisi di pompa bahan bakar. Kita telah mengganti rugi kerusakan mobil yang diklaim akibat minyak bio solar yang kami jual bercampur air," ujar Mahadi Siregar selaku Humas SPBU 14.214.225 di ruang kerjanya, Minggu (1/11/2020).

Mahadi mengutarakan lebih lanjut kepada masyarakat dan konsumen terkait pemberitaan  minyak bio solar campur air, pihak SPBU masih mencari tahu situasi ini. Dikarenakan, pada 27 Oktober 2020 pihak SPBU baru mengisi minyak bio solar ke tangki tanam sebanyak 16 ton (sesuai dengan DO Pertamina), dan tidak ditemukan adanya kesalahan sistem administrasi maupun kerja dan hasil.

"Tanggal 27 Oktober, SPBU baru mengisi minyak bio solar ke tangki tanam sebanyak 16 ton. Pihak pertamina telah mengecek keadaan, baik sistem administrasi maupun kerja dan hasilnya tidak ditemukan kesalahan dari kami. Dan SPBU siap dilakukan pengujian kualitas minyak dari pihak pertamina dan pengawas," jelasnya.

Namun, sambungnya lagi, hal tersebut belum bisa pihak SPBU laksanakan pengecekan, karena pihak kepolisan Polres Labuhanbatu telah melakukan penyegelan terhadap tangki tanam hingga hari ini. Bahkan, tangki tanam yang akan dilakukan pembersihan juga ikut disegel padahal tangki tersebut tidak terhubung ke nozel  pengisian bio solar.

"Bagaimana kita mau mengecek bang, karena sudah di police line di tangki tanam, dan kami menyayangkan penyegelan tangki yang dilakukan pihak kepolisian. Karena, salah satu tangki yang disegel tidak terhubung ke nozel pengisian bio solar," tambahnya.

Lebih tepat lagi, lanjut Mahadi, terhitung satu minggu ini kondisi di Rantauprapat hujan terus menerus, bisa jadi kami menduga ada rembesan air masuk.

"Kita belum tahu pasti minyak bio solar itu bercampur dengan air atau tidak. Dugaan rembesan air masuk melalui celah dinding yang baru dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga kami bisa terjadi. Dan dugaan minyak bio solar sudah tercampur air terlebih dahulu sebelum sampai kemari karena lebatnya hujan," Imbuhnya. (alfin/ka)
   

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini