-->

Kadisdik Ditetapkan Tersangka Korupsi, Sekda Tebingtinggi Tunjuk Plt

Sebarkan:

Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi
TEBINGTINGGI | Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi mengatakan, pihaknya telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tebingtinggi.

Hal ini buntut dari ditetapkannya 3 orang tersangka korupsi di Dinas Pendidikan Tebingtinggi diantaranya PS selaku Kepala Dinas, M selaku PPTK dan E selaku Kabid Disdik.

"Sudah ditunjuk Plt Kadis Pendidikan," ujar Dimiyathi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (22/9/2020).

Ketika ditanya nama pejabat yang ditunjuk menjadi Plt Kadisdik, Dimiyathi belum mau memberikan jawaban.

Namun, menurut informasi yang beredar di lapangan, Plt Kadisdik Tebingtinggi dijabat oleh Idham Khalid, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan buku panduan pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) TA 2020 sebesar Rp 2,4 milyar di Dinas Pendidikan (Disdik) Tebingtinggi, telah memasuki tahap penetapan tersangka.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi telah menetapkan 3 orang pejabat Disdik Tebingtinggi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Ketiganya yakni PS, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Tebingtinggi selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), M Kepala Seksi Kurikulum selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Tehknis Kegiatan) dan E Kabid Disdik selaku Manager Dana BOS.

Saat ini, penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tebingtinggi telah memanggil 3 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan buku tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, 3 tersangka dijadwalkan pemanggilan hari ini, Kamis (17/9/2020).

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Tebingtinggi Chandra Syahputra saat dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan itu.

"Iya, tiga tersangka sedang diperiksa," ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Disinggung terkait penahanan para tersangka yang menghadiri panggilan, Chandra mengaku belum menahan.

"Belum dilakukan penahanan karena tersangka inisial PS tadi sakit," ujarnya.

Kasus dugaan korupsi ini terkait pengadaan buku panduan pendidik SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tebing tinggi Tahun Anggaran (TA) 2020 sebesar Rp 2,4 miliar.

Dalam kegiatan pengadaan buku panduan pendidik SD dan SMP pada Disdik Kota Tebingtinggi TA 2020 sebesar Rp 2,4 miliar, diduga terjadi perbuatan melawan hukum (PMH) yang dapat menimbulkan kerugian keuangan negara.

Pada proses pencairan dana buku tersebut, diduga tidak ada dibeli dan belum disalurkan ke 76 sekolah SD dan 10 SMP, sehingga untuk proses pembayaran buku tersebut tidak dapat dilakukan pembayaran.

Setelah dilakukan pencairan diduga tidak dibayarkan langsung kepada penerbit buku yaitu PT TS dan PT A. Pembayaran kepada PT TS dan PT A diduga memakai dana BOS yang diminta kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut perbuatan para tersangka dikenakan dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 56 ayat 1 KUHP.

Dalam penanganan kasus ini, Tim Jaksa Penyidik Kejari Tebingtinggi telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak terkait. (Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini