-->

Terkait Tambang Batu Ilegal di Deliserdang, Polisi Minta Keterangan Camat STM Hulu

Sebarkan:
DELISERDANG | Kasus tambang ilegal dan dugaan ilegal logging perusakan hutan di Desa Gunung Manumpak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang kini ditindaklanjuti Satreskrim Polresta Deliserdang.

Beberapa instansi pemerintah terkait mulai dimintai keterangan diantaranya Camat STM Hulu Budiman Sembiring.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus dalam keterangan persnya, Jumat (10/7/2020) menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut berdasarkan SP Lidik/58/VII/2020/Satreskrim tertanggal 1 Juli 2020.

"Kami sudah melakukan tindakan diantaranya melengkapi administrasi penyelidikan, cek TKP, pengambilan titik koordinat bersama Dinas Kehutanan Propinsi Sumut dan meminta keterangan dari pihak terkait diantaranya Camat STM Hulu," ujarnya.

Kompol Muhammad Firdaus menyebutkan bahwa dari hasil penyidikan sementara, pihaknya belum menemukan adanya penambangan ilegal yang diduga dilakukan oleh PT AM di lokasi tersebut.

Namun PT AM melakukan kegiatan pembuatan jalan menuju tanah lokasi yang nantinya akan dijadikan lokasi penambangan, setelah mendapat izin dinas terkait.

"Lokasi penambangan juga berada di luar kawasan hutan lindung berdasarkan pengambilan titik koordinat oleh Dinas Kehutanan Propinsi Sumut," ujar Kasat.

Sementara itu untuk batu pecah yang menjadi kegiatan usaha dari PT AM sekarang ini berasal dari batu yang sebelumnya sudah berada di lokasi penambangan di Desa Sipinggan, Kecamatan STM Hulu, yang telah menjadi lokasi pabrik saat ini.

"Terkait penebangan kayu yang diduga berasal dari kawasan hutan, hasil penyelidikan diketahui bahwa penebangan tersebut dilakukan oleh warga Desa Gunung Manumpak B yang ladangnya berbatasan dengan kawasan hutan dan belakangan diketahui sebagian kayu yang ditebang berasal dari dalam kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan ladang milik warga berinisial KS dan penyidikan pada warga berinisial KS sedang diproses," ungkap Kasat Reskrim.

Sementara itu, Sekjen LSM Topan RI Deliserdang Carles Sipayung yang sudah melakukan peninjauan langsung di lokasi, menyebutkan, pihaknya melihat bantaran Sungai Lau Singkam sudah berantakan, karena material batu koral sungai sudah ditumpukkan satu tempat yang diduga kuat siap diangkut ke lokasi pengolahan batu pecah milik PT AM.

"Selain itu kami temukan alat berat yang sedang membuka jalan dari pintu belakang menuju tepian sungai Lau Singkam dan saat ditanya pada security PT AM bermarga Barus, awalnya ia tidak mengakui namun setelah kami tunjukkan rekaman video alat berat persis di tepi sungai Lau Singkam, yang bersangkutan membenarkan alat berat dan dum truck tersebut milik perusahaan mereka," kata Carles.

Kesimpulannya aktivitas penambangan batu PT AM melanggar ketentuan hukum baik terkait izin maupun eksplorasi perusakan lingkungan hidup ekosistem sungai.

"Kami LSM Topan RI sudah melayangkan surat laporan tertulis terkait hal ini kepada instansi terkait diantaranya, Presiden RI, Mabes Polri, Mabes TNI, Mendagri, Menteri Lingkungan Hidup, Polda Sumut, Polresta Deliserdang, Gubernur Sumut dan instansi terkait lainnya," tegas Carles Sipayung.

Dari sekian layangan surat yang disampaikan, dari Mabes TNI menjawab melalui Kapten Chk Modal Sembiring yang merupakan Kaur Bankumfid Babinkum Mabes TNI memberikan respon akan berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri terkait hal ini. (Wan)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini