-->

Masa Pandemi Covid-19, Guru di Tapsel Ini Berkeliling Mengajar Kerumah - Rumah Siswa

Sebarkan:


Tapanuli Selatan | Masa pandemi Corona Virus Disaese 2019 (Covid-19) memang banyak merubah situasi, tak terkecuali dalam dunia pendidikan. Akibat dampak pandemi tersebut sejumlah guru di Tapanuli Selatan terpaksa berkeliling dari rumah - kerumah untuk memberikan pelajaran kepada siswa.

Salahsatunya Ibnu Haldun Lubis, guru mata pelajaran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP negeri 3 Hurase Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini, terpaksa mengajar dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah siswa. Hal ini Ia lakukan demi memberikan hak kepada siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan, karena semenjak munculnya pandemi virus corona ini, sistem belajar mengajar sudah mulai terganggu dan tidak seperti biasanya lagi.

Kepada metro-online.co Ibnu mengatakan, bahwa mengajar dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah siswa ini Ia lakukan semenjak datangnya tahun ajaran baru, karena Semenjak itulah diberlakukan new normal. "Setiap hari, saya dan guru - guru yang lainnya mengajar dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah mendatangi siswa seperti ini, karena kita merasa prihatin keadaan yang seperti ini, apalagi anak - anak banyak yang tertinggal pelajarannya kasihan juga sama mereka, mereka kan para generai bangsa, pendidikan tidak boleh lepas dari mereka, ini harus tetap kita perhatikan" ungkap Ibnu, Sabtu, (25/07/2020).

Sistem belajar dengan cara jemput bola ini  dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dan tetap jaga jarak (phisycal Distancing). Selain itu, dalam melakukan proses belajar, Ibnu juga tidak lupa membawa hand sanitizer atau alat pembersih tangan, guna tetap menjaga kebersihan tangan siswa saat melangsungkan proses belajar mengajar. 

Disetiap daerah lokasi rumah siswa yang Ia kunjungi, Ibnu membagi jadwal pertemuan yakni 30 menit atau setengah jam setiap tatap muka, kemudian dalam pertemuan tersebut jumlah siswa juga dibatasi yakni paling banyak berjumlah enam orang.
"Setiap melakukan kunjungan ke rumah siswa pastinya kita selalu mengutamakan protokol kesehatan, hal ini demi menjaga kebersihan dan juga mencegah penyebaran virus corona," ucapnya.

Belajar dengan cara jemput bola dan tatap muka ini, merupakan proses belajar yang paling efektif, selain bisa memberikan pelajaran secara langsung, siswa juga lebih mengerti dan bisa bertanya secara langsung pelajaran yang mana yang belum mereka pahami.

Belajar dengan cara door to door sangat memudahkan siswa jika dibandingkan dengan belajar secara daring, siswa banyak yang tidak mengerti dan kurang memahami dan juga tidak terkontrol, apalagi tidak semua siswa yang bisa memiliki smart phone atau Hp adroid, jika kepada semua siswa diterapkan belajar secara daring maka sangat menyulitkan bagi mereka. Dalam situasi belajar ditengah pandemi ini, Ibnu hanya bisa berharap agar pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan mulai normal kembali, khusunya proses belajar mengajar di sekolah bisa terlaksanakan seperti biasanya.

"Kita pastinya berharap virus Corona ini segera berakhir, agar kita bisa memulai kehidupan seperti biasa lagi, apalagi kita sangat kasihan dan prihatin dengan anak - anak ini, mereka sudah banyak ketinggalan mata pelajaran, semoga kita bersama - sama bisa memutus mata rantai virus Corona ini agar kita bisa memulai hidup normal seperti biasa lagi," harapnya.

Sementara ditempat yang sama, sejumlah siswa ketika ditanyakan bagaimana tanggapan mereka dengan belajar dimasa pandemi ini. Mereka semua mengugkapkan lebih senang belajar disekolah tatap muka dari pada guru yang mendatangi mereka kerumah.

"Pastinya saya dan teman - teman, sangat rindu sekali suasana bejar di sekolah, karena disekolah lebih banyak mata pelajaran yang kita dapatkan, apalagi di sekolah kita bisa berjumpa dengan teman - teman, pokonya kita kangenlah susana belajar disekolah" ungkap Selfi Pebrianti siswa kelas IX SMP negeri 3 Batang Angkola ini.

Terlihat sejumlah siswa tersebut sangat antusias mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru mereka. Mereka juga punya mimpi yang sama dengan anak - anak pada umumnya, ingin belajar kembali di sekolah dan mereka juga mempunyai harapan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dari muka bumi ini. 

"Kami selalalu bertanya - tanya kapan ya Corona ini berakhir ?, semoga virus Corona ini cepat berlalu karena kami semua sudah rindu belajar di sekolah" Ungkap Selfi dan teman - temannya. (Syahrul/Hen).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini