Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Warga Menanti Pemko Padangsidimpuan Umumkan Hasil Test PDP 01 Covid-19 Yang Meninggal Dunia

Tim Redaksi: Sabtu, 18 April 2020 | 19:37 WIB




Foto:Ilustrasi
Padangsidimpuan - Meninggalnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 warga kota Padangsidimpuan berinisial EA menjadi misterius, pasalnya banyak warga kota Padangsidimpuan mempertanyakan sudah bagaimana status hasil test laboratoriumnya, apakah EA dinyatakan positif atau negatif Covid-19.

Sebelumnya EA di isolasi di rumah sakit umum daerah kota Padangsidimpuan karena berstatus PDP Covid-19, EA dulu memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta, sesampainya di Kota Padangsidimpuan EA mengalami penurunan pada kondisi kesehatannya, akhirnya EA pun dijemput tim medis RSUD untuk dilakukan isolasi.

Selama di isolasi di RSUD kota Padangsidimpuan, EA banyak mengalami keluhan mengenai pelayanan dan fasilitas ruang isolasi, sehingga Ia pun mengungkapkan rasa kekecewaannya lewat akun faceboock pribadinya dengan melakukan video live, (3/4/2020).

Didalam isi video yang berdurasi 1 menit 40 detik tersebut Ia menceritakan curhatannya bagaimana suasana dikamar isolasi RSUD kota Padangsidimpuan yang tidak layak dipakai untuk ruang inap.

Ia juga meminta kepada wali kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution agar dirinya segera dirujuk ke rumah sakit umum provinsi (RSUP) Adam Malik, hal inipun tersebar dan menjadi pusat perhatian diberbagai kalangan dan media.

Mendaptkan informasi tersebut pihak gugus percepatan pencegahan Covid-19 kota Padangsidimpuan yang dipimpin wali kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution langsung mengabulkan permintaan EA dan akhirnya Iapun dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan.

Usaha dan upaya telah dilakukan untuk memberikan yang terbaik demi kesembuhan EA, tetapi apa daya Tuhan yang berkuasa, EA akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju RSUP Adam Malik Medan.

Kasus meninggalnya pertama kali pasien PDP 01 Covid-19 menjadi perbincangan dan buah bibir ditengah- tengah masyarakat, bahkan peristiwa ini menjadi topik utama di sejumlah media daerah dan bahkan media nasional.

Sampai saat ini terhitung sudah 15 hari atau dua pekan, AE meninggal dunia dan sampai saat ini pula AE yang merupakan pasien PDP Covid-19 pertama di kota Padangsidimpian, statusnya belum diketahui apakah positif ataupun negatif Covid-19, ini menjadi misterius jika pemko Padangsidimpuan tidak mengumumkan bagaimana hasil tets laboratoriumnya.

Sejumlah warga kota Padangsidimpuan banyak yang bertanya - tanya dan menantikan, bagaimana hasil test laboratorium pasien PDP-19 pertama asal kota Padangsidimpuan itu. Hal ini menimbulkan rasa keingintahuan banyak dikalangan warga.

Untuk menjawab rasa ingin tahu warga tersebut, metro-online.co mencoba langsung menemui sejumlah petugas posko gugus percepatan penaganan Covid-19 kota Padangsidimpuan, Jum'at, (17/04/2020).

kepada metro-online.co sejumlah petugas dari dinas kesehatan kota Padangsidimpuan ini tidak bisa memberikan keterangan dan tidak mengetahui, mereka hanya mengintruksikan agar hal tersebut dipertanyakan kepada kepala dinas kesehatan kota Padangsidimpuan Sopian Sobri Lubis atau bagian sekretariat gugus percepatan.

Kemudian metro-online.co langsung menemui sekretaris gugus percepatan pencegahan Covid-19 kota Padangsidimpuan Ibrahim Dalimunthe yang juga kepala BPBD kota Padangsidimpuan.

"Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan bagaimana hasil testnya, itu yang berhak menjawab kepala dinas kesehatan, dinas kesehatanlah yang berhak menyampaikannya" jelas Ibrahim diruang kerjanya, Jum'at, (18/04/2020).

Tidak itu saja hal ini juga dipertanyakan kepada call center darurat Covid-19 kota Padangsidimpuan di nomor 0852-6178-5573 lewat pesan WhatsApp, kemudiaan Call center tersebut mengatakan tidak berwenang menyampaikan hasil lab tersebut

"Gugus Tugas tidak berwenang menjelaskan itu. Karena yang menangani terakhir pasien itu adalah RSUP Adam Malik Medan. Trims" isi pesan balasan WhatsApp call center darurat Covid-19 kota Padangsidimpuan.

Menyikapi hal tersebut wakil ketua DPRD kota Padangsidimpuan Rusydi Nasution mengatakan, pihaknya juga sampai saat ini belum mengetahui bagaimana hasil test pasien PDP pertama yang meninggal dunia.

"Saya belum tahu hasil test dari pasien PDP 01 ini adalah tanggung jawab gugus tugas, seharus mereka harus memastikan dan mengejar hasil tersebut sebagai dasar untuk melalukan upaya - upaya pencegahan" tegasnya, Sabtu, (18/04/2020).

Sementara berdasarkan informasi yang Ia dapatkan bahwa keluarga pasien PDP 01 hasilnya negatif Covid-19. " itu aku baca berita dokter mundur, itu harus dikejar mana yang benar, menurut logikanya siapa sebenarnya yang bisa dipercaya" kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padangsidimpuan ini.

Ia juga menyampaikan, Gugus Tugas percepatan pencegahan covid-19 kota Padangsidimpuan harus transparan dalam memberikan informasi dan up to date. ini masalah pandemi yang rentan penyebaran bagi siapapun.

"Bekerjalah sebagai sebuah tim sesuai dengan harapan, ada protokol baku, berikan informasi yang transparan, terbaru dan secara berkala"

"Pemberian informasi bisa dilakukan jubir karena sifat teknis dan wali kota harus bicara dan berpikir hal - hal besar sperti realokasi APBD untuk pandemi ini dan dampak sosial ekonomi bagi warga, berpikir bagaimana meningkatkan perekonomian di tengah pandemi ini, membangun jaringan dengan pusat, dunia usaha dan masih banyak lagi." terangnya.

Terkhir Ia menyampaikan semua informasi harus transparan, Up to date agar mengena kepada masyarakat ini masalah pandemi, informasi harus disampaikan kepada masyarakat sehingga warga bisa mengetahui perkembangan pandemi Covid-19 ini. Pungkasnya. (Syahrul)



Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html