Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tiodor br Silitonga Tewas di Parit Jalan Perjuangan

Tim Redaksi: Senin, 13 April 2020 | 16:18 WIB

TERBUJUR: Tiodor br Silitonga terbujur kaku di dalam parit.

MEDAN-Tiodor br Silitonga, 64, warga Jalan Langgar Jati, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Sumatera Utara ditemukan tewas di dalam parit depan Gereja Kristus Apostolik (GKA) Imamat Rajani pada Senin (13/4/2020) siang.

Sontak kejadian ini membuat heboh. Yang pertama sekali menemukan mayat wanita dengan kondisi telungkup di dalam parit itu warga yang sedang melintas di lokasi. 

Selanjutnya penemuan mayat dengan ciri-ciri rambut pendek, mengenakan baju kaos oblong warna biru, celana panjang merah tersebut langsung dilaporkan ke Kepling Lingkungan VI, Alex Robi Lumbangaol. Kepling lalu menghubungi Polsek Medan Timur dan diteruskan ke Tim Inafis Polrestabes Medan.

Tak lama berselang polisi dan Tim Inafis tiba di lokasi, lalu mengangkat jasad korban.

Selanjutnya dilakukan identifikasi serta olah TKP guna menyelidiki penyebab kematian korban. Anak korban, Gomes Siagian ,43, datang ke lokasi dan menangis histeris lantaran mendapati ibu kandungnya sudah tiada.

Sementara untuk mencegah kerumunan massa serta mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), polisi langsung memagari lokasi dengan menggunakan tali agar masyarakat tidak mendekat untuk melihat jasad korban.

Anak dan keluarga korban yang sudah berada di lokasi selanjutnya memohon kepada polisi agar jenazah tidak dibawa ke rumah sakit. Keluarga kemudian membuat surat pernyataan tidak keberatan.

Setelah itu almarhum dibawa ke rumah duka, dan selanjutnya dimakamkan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu ALP Tambunan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan menurut keterangan anak korban, Gomes Siagian mengatakan bahwa ibunya memiliki sakit ayan.

Sementara dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Dari keterangan Gomes sebelum ibunya ditemukan tewas, almarhum awalnya hendak pergi ke kantor lurah untuk mengambil beras bantuan pemerintah. Diduga sakit ibunya kambuh sehingga terjatuh ke dalam parit hingga akhirnya tewas," ujar Kanit. (ka)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html