Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Hidup Gelandangan dan Tinggal di Dalam Gerobak, Mantan Pejuang Ini Akui Tak Pernah Dapat Perhatian Pemerintah

Tim Redaksi: Sabtu, 18 April 2020 | 10:51 WIB

Hasan Siregar
PADANGSIDIMPUAN | Kisah pilu Hasan Siregar, lelaki berusia senja yang tinggal didalam gerobak, sudah 7 tahun menjalani hidup gelandangan di kota Padangsidimpuan, selama hidup menjadi seorang gelandangan, Hasan tidak pernah mendapatkan perhatian ataupun bantuan dari pemerintah.

Lelaki kelahiran tahun 1937 ini, kini telah berusia 83 tahun, tubuhnya mulai membungkuk dan tak berdaya lagi, ditambah kaki sebelah kanannya mengalami sakit, sehingga Ia jalan pun tertatih - tatih.

Hasan Siregar lahir di Asahan Provinsi Sumatera Utara kedua orangtuanya berasal dari Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan, Semasa hidupnya Ia tidak pernah menikah dan hidup selalu melajang.

Di kota Padangsidimpuan, Ia tidak memiliki keluarga bahkan Ia juga tidak mengetahui dimana keluarga ataupun kerabatnya berada.

Hidup menjadi seorang gelandangan dan tinggal di dalam gerobak berukuran 1 x 2 meter ini bukanlah pilihan Hasan, dulunya Ia pernah bekerja sebagai supir truk dan kerja serabutan lainnya. Namun karena usianya mulai senja, keluargapun tak ada, apalagi tempat tinggal dan yang memperkerjakan dirinyapun tak ada yang mau dikarenakan sudah usianya sudah lanjut, terpaksa Hasan memilih hidup menjadi gelandangan di kota Padangsidimpuan.

Semasa mudanya kepada metro-online.co Hasan menceritakan kalau dirinya pernah ikut berjuang melawan penjajah dimasa penjajahan Belanda dulu. Tidak itu saja daya ingat lelaki tua ini juga tidak diragukan, Ia mengetahui bagaimana kondisi kota Padangsidimpuan bahkan Tapanuli Selatan disaat zaman penjajahan dulu.

"Saya masih ingat bagaimana situasi kota Padangsidimpuan ini dan Tapanuli Selatan waktu masa penjajahan dulu, karena waktu masih muda saya masih ikut berjuang mengusir penjajah dari bumi Tapanuli ini" ucap Hasan sembari menceritakan kisahnya, Sabtu, (18/04/2020).

Tidak itu saja dikatakan Hasan, Ia juga terkadang disangka orang sudah gila atau lupa ingatan karena pakaiannya yang kotor dan kucel, seperti orang yang tak terurus, maklumlah kondisi dan keadaan yang tidak berpihak.

Sebuah gerobak yang diberikan oleh sekelompok mahasiswa yang iba kepadanya, Ia jadikan rumah sebagai tempat berteduh, tepatnya dibelakang balai mesjid raya Al-Abror kelurahan Wek IV kota Padangsidimpuan, ditempat itulah hasan tinggal sudah 7 tahun lamanya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Hasan hanya bisa memulung karton bekas dan botol bekas untuk Ia jual sekedar menyambung hidup. Ironisnya lagi terkadang barang rongsokan yang Ia sudah kumpul sering dicuri dan diambil oleh orang yang tidak bertanggungjawab, sungguh malang nasib kakek tua tersebut.

Tidak itu saja, Hasan juga bercerita dirinya juga pernah tiga hari tidak makan nasi, hanya sekedar minum kopi dan roti saja, terkadang hanya makan satu kali sehari saja, karena kondisinya memprihatinkan sejumlah orang ada juga yang merasa iba kepadanya dengan memberikan uang ataupun makanan seadanya kepadanya.

Hasan, mantan pejuang kemerdekaan (veteran) yang terlupakan, kini hidupnya sangat memprihatinkan, selama hidup gelandangan bantuan dan perhatian dari pemerintah sekalipun tidak pernah Ia dapatkan, hanya saja belas kasihan beberapa orang yang iba saja memberikan uang dan makanan kepadanya.

"Selama 7 tahun saya hidup gelandangan, saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik bantuan uang ataupun bantuan berbentuk barang, hanya orang - orang yang melihat saya merasa iba yang memberikan bantuan ala kadarnya, lagipula saya orangnya tidak suka meminta - minta. Ungkap Hasan.

Kini Hasan hanya bisa mengahiskan waktunya hidup sebagai gelandangan, Ia hanya punya mimpi ingin hidup dan tinggal ditempat yang layak seperti orang pada umummnya, serta bisa beribadah mengahabiskan sisa umur untuk mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. (Syahrul)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html