Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ternyata, Pemerkosa dan Pembunuh Siswi MTs di Tanjungbalai Sering Nonton Film Porno

Tim Redaksi: Senin, 09 Maret 2020 | 16:28 WIB

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira saat menginterogasi tersangka. 

TANJUNG BALAI- Polres Tanjungbalai menggelar konferensi pers kasus pemerkosaan disertai pembunuhan yang merenggut nyawa Bunga, 14, siswi kelas 3 Mts N Tsanawiyah Tanjungbalai, Senin (9/3/2020).
Turut dihadirkan tersangka berinisial SP (16) warga Jalan DI Panjaitan Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai.

“Pelaku kenal dengan korban dan masih ada hubungan keluarga,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kasat Reskrim AKP Rapi Pinarki.

Tambah Kapolres, perbuatan keji tersangka terjadi pada Sabtu (7/3/2020). Saat itu pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu belakang dan setelah sampai di kamar korban selanjutnya menyekap wajah korban menggunakan bantal.

Korban sempat terbangun namun pelaku mencekiknya. Korban sempat terbangun namun pelaku mencekik leher korban dengan tangan kiri, dan tangan kanan korban memukul wajah korban sebanyak 5 kali.

Mendapat perlakuan tersangka, korban berhenti melawan. Lalu pelaku menyetubuhi korban. Usai menyetubuhi korban, pelaku menutup tubuh korban dengan sprei.

Pelaku lalu bergegas memakai celana dalamnya dan pergi meninggalkan tempat kejadian. Putu menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap tersangka sepuluh jam kemudian.

"Pelaku sering menonton film porno di warnet dan mengintip korban pada saat mandi di kamar mandi rumahnya dengan hanya menggunakan celana dalam. Sejak itu timbul hasrat nafsu pelaku untuk melakukan persetubuhan terhadap korban,” terang Putu. 

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan sadis menggemparkan warga di Jalan Sei Peringgan Kelurahan Pasar Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, Sabtu (7/3/2020) kemarin.

Korban merupakan seorang remaja wanita sebut saja Bunga ,14, . Selain menganiaya korban hingga meninggal dunia, pelaku juga sempat memperkosa korban di kamar rumahnya.

Korban ditemukan tewas pertama kali diketahui oleh ibunya Nur Aisyah Damanik (39), saat masuk ke kamar korban untuk membangunkannya berangkat ke sekolah, Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. 

Nur melihat muka korban tertutup seprei warna putih berbunga bunga. Begitu seprai Nur melihat putrinya dalam kondisi sekarat wajah lebam dan leher berdarah. Keluarga selanjutnya membawa korban ke rumah sakit terdekat namun nyawa remaja ini tak tertolong. (jo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html