Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ratama: Pemko Tebingtinggi Harus Transparan Anggaran Pencegahan Virus Corona

Tim Redaksi: Jumat, 20 Maret 2020 | 09:18 WIB

Wali Kota LSM LIRA Tebingtinggi Ratama Saragih
TEBINGTINGGI - Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi diminta harus terbuka dan transparan dalam menggunakan anggaran pencegahan dan penanganan kasus virus corona (Covid-19).

Transparansi ini penting untuk mengetahui sampai sejauh mana sudah progress Pemko Tebingtinggi melaksanakan pencegahan dan penanggulangan Covid 19 di Kota Lemang ini dengan mengetahui seberapa besar anggaran yang sudah digunakan dan sumber anggaran yang diperoleh apakah itu diambil dari APBD lainnya.

"Jangan ada perbuatan dimana ada kesempatan, disitu ada kejahatan. Jika ini terjadi, maka sungguh aib nya kota lemang ini yang konon digadang sebagai kota yang bersejarah. Masyarakat juga harus kritis, apa yang sudah diperbuat pihak Pemko Tebingtinggi dalam pencegahan virus corona ini," ujar Wali Kota LSM LIRA Kota Tebingtinggi Ratama Saragih kepada Metro Online, Jumat (20/3/2020) pagi.

Sebab, katanya, sampai berita ini diturunkan, belum ada satu instansi pun yang membagi-bagikan masker gratis kepada warga, apalagi penyemprotan Disinfektan Corona di gedung publik, fasilitas umum dan rumah ibadah.

"Jika hal ini belum dilakukan, lalu ternyata penggunaan anggaran pencegahan Covid-19 ini diketahui membengkak, maka sudah dapat dipastikan ada pihak yang sengaja bermain untuk mengambil keuntungan sendiri," ungkapnya.

Oleh karena itu, Ratama meminta pihak Pemko Tebingtinggi wajib mengupdate laporan penggunaan anggaran pencegahan virus corona, agar publik bisa menilai apakah anggaran tersebut sudah sesuai dengan apa yang sudah diperbuat Pemko Tebingtinggi sebagaimana mestinya.

"Sebelumnya Pemerintah pusat sudah mengumumkan bahwa kasus Covid 19 ini sebagai pendemik yaitu penyakit endemi yang menyebar di wilayah yang luas, yang penanganan dan pencegahannya harus betul dan serius. Bahkan, masing-masing Pemda baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota wajib menetapkan status, apakah darurat, siaga dan aman," tutupnya. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html