Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dampak Virus Corona, Warga Deliserdang Keluhkan Kesulitan Ekonomi

Tim Redaksi: Minggu, 29 Maret 2020 | 19:24 WIB

DELISERDANG - Dampak sosialisasi mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Deliserdang, sejumlah masyarakat yang tidak memiliki pendapatan tetap dan pedagang mulai merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Para pedagang tidak bisa berjualan seperti cafe, restoran, warung kopi, warung makanan, penarik becak, supir angkutan, buruh lepas dan guru honor serta banyak profesi lainnya. Kini, tidak ada lagi dapat penghasilan akibat dampak Corona ini.

Masyarakat saat ini mengeluh bagaimana menghadapi situasi ini. Mereka menganggap Pemerintah saat ini hanya fokus pada pengobatan, pencegahan, pemantauan dan penyemprotan disinfektan.

Sementara, tidak memikirkan bagaimana nasib warga yang tidak memiliki pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari menghidupi keluarga mereka.

Ahmad, salah seorang pedagang warung kopi di Lubuk Pakam, Minggu (29/3/2020) mengatakan, sudah 3 hari usaha warung kopi miliknya tidak buka karena Pemerintah dan Aparat terkait menghimbau untuk tidak membuat warga berkumpul.

"Sementara kita jualan warung kopi kalau tidak kumpul siapa yang beli. Kalau takut tertular virus tentunya kami juga sangat takut. Tapi kalau tidak jualan juga kami mau makan apa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usaha ini adalah sumber pendapatan dan kalau tidak buka sampai kapan tidak ada waktu yang pasti. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi, bantu kami makanan, jangan hanya disemprot dan dihimbau saja, kami juga butuh makan, kita bukan PNS yang tidak kerja tiap bulan gaji jalan," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hutasoit, soerang supir angkot Lubuk Pakam, mengeluh sudah beberapa hari tidak dapat sewa.

"Sewa sangat sepi, biasanya ada anak sekolah, orang kerja kantor dan lainnya, aktivitas ramai tapi sudah beberapa hari ini tidak ada sewa, orang takut keluar karena anjuran Pemerintah untuk tetap dirumah. Kalau begini mau makan apa anak dan istri dirumah. Entah gimana hidup kami sekarang ini, Pemerintah bantu kami beri kami bahan pangan," keluhnya.

Sementara itu, dari amatan sejumlah warung makan, cafe dan resto di Jalan Sudirman Lubuk Pakam yang biasanya ramai, kini banyak yang tutup.

Begitu juga di ruas jalan lain di seputaran kota Kecamatan Lubuk Pakam juga masih tutup.

Petugas Kepolisian Polresta Deliserdang berulangkali melakukan patroli menyampaikan sosialisasi agar warga kembali ke rumah dan tidak mengadakan kumpul-kumpul. (Wan)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html