Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dampak Corona. Masker di Binjai Sulit Didapatkan, Harga Mencapai Rp200 Ribu per Kotak

Tim Redaksi: Rabu, 04 Maret 2020 | 17:16 WIB

Salah seorang masyarakat saat membeli masker di Apotik Rosani, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota.
BINJAI | Dampak dari penyebaran virus corona, masker penutup hidung dan mulut di Kota Binjai sulit didapatkan. Bakan, harga masker disebutkan warga mengalamai kenaikan yang sangat tinggi.

Sejumlah pengelola apotik yang ditemui, Rabu (4/3/2020), tidak menepis apa yang disampaikan oleh masyarakat Kota Binjai tersebut.

Seperti Netti, pemilik Apotik Kita Farma, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, mengakui sudah satu bulan apotiknya tidak menjual masker.

"Kami juga nggak tahu apa masalahnya. Setiap kali kami tanya ke distributor, selalu bilangnya nggak ada stok barang," ujar Netti.

Terkait harga, kata Netti, memang disebutkan mengalami kenailkan yang sangat tinggi. "Biasanya harga per kotak Rp35-an ribu. Tapi kami tanya sama selesnya, per kotak sudah Rp200-an ribu," beber Netti.

"Sekarang persoalannya lagi, harganya mahal tapi barangnya nggak ada. Jadi sama aja nggal bisa jual," tambah Netti.

Netti mengungkapkan, selain masker, obat atau sabun cucui tangan untuk menghindari bakteri juga sulit didapat. "Memang masker dan sabun cucui tangan anti bakteri banyak yang cari, tapi barangnya sejauh ini nggak ada," paparnya.

Pernyataan sama disampaikan pihak Apotik Rosani, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota. Menurut seorang pekerjanya, sudah hampir dua bulan masker tidak dijual karena sulit didapat.

"Tapi saat ini kebetulan ada baru masuk kemarin. Masuk tiga kotak dan sekarang tinggal dua kotak. Sebelum masker ini masuk, udah dua bulan kosong terus," ungkap wanita pekerja apotik itu.

Dilanjutkannya, harga masker memang mengalami kenaikkan. Bahkan, masker tidak dapat dipesan dalam jumlah banyak. "Harga ambilan per kotak bos yang tahu. Tapi kami ecer Rp6000 per buah. Habis dua kotak ini kami juga belum tahu, apakah masih bisa jual atau tidak. Soalnya kami sudah pesan lagi barangnya nggak ada," urainya. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html