Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ada Bangunan Mewah di Kawasan Hutan Taput, KPHL IV Balige: Tunggu Hasil dari Kepolisian

Tim Redaksi: Selasa, 24 Maret 2020 | 13:54 WIB

TAPUT - Sebuah bangunan megah berlantai dua berdiri di lahan yang diduga masuk kawasan hutan. Bangunan beserta hamparan kebun jeruk dan lemon yang terdapat di wilayah Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita disebut-sebut milik mantan pejabat di Tapanuli Utara (Taput) yakni OMPS.

Dari penelusuran wartawan beberapa waktu lalu, berdasarkan informasi masyarakat bahwa bangunan serta perkebunan memang benar milik OMPS.

"Ya memang ini milik Pak OMPS dan luasannya mencapai dua setengah hektar," ungkap Hutauruk, salah satu pekerja.

Senada juga dikatakan Tambunan bahwa di lahan tersebut, selain bangunan juga terdapat kebun jeruk madu dan lemon.

"Saya tidak tahu kapan pastinya bangunan ini berdiri karena saya masih baru bekerja disini," ungkapnya.

Terpisah, KPHL IV Balige Leonardo Sitorus saat dikonfirmasi terkait status lahan yang ada terdapat bangunan dan kebun membenarkan wilayah itu masuk Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

"Kita sudah peringatkan sebelumnya bahkan menyurati pemilik bangunan serta lahan tanggal 31 Oktober 2018," ujarnya, Selasa (24/3/2020).

Leonardo menambahkan pelayangan surat teguran tersebut melihat berdasarkan Overlay, kawasan yang berada di Desa Simorangkir Julu masuk Hutan Produksi Terbatas.

"Bagi siapa yang mengelola harus punya rekomendasi ijin dari Menteri Kehutanan dan karena tidak punya ijin, maka kita laporkan ke kepolisian," ungkapnya.

Leonardo kembali menambahkan, laporan KPHL IV Balige sudah sejak tahun lalu di Polres Taput.

" Kita lapor Februari tahun 2019 setelah cek lapangan berdasarkan informasi pihak yang menguasi lahan membandel meneruskan bangunannya," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap dan meminta Kepolisian segera menegakkan aturan.

"Kita sudah laporkan dan masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Intinya kita ingin aturan ditegakkan," pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pemilik bangunan maupun lahan yang diduga membangun diatas Kawasan Hutan Produksi Terbatas belum berhasil dikonfirmasi. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html