Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Taput Fasilitasi Penyediaan Penguasaan Tanah Objek Reforma Agraria

Tim Redaksi: Rabu, 05 Februari 2020 | 15:29 WIB


TAPUT - Bupati Tapanuli Utara  Nikson Nababan didampingi Asisten II Osmar Silalahi hadiri acara Sosialisasi dan Pendataan Awal Kegiatan inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Kabupaten Tapanuli Utara yang diselenggarakan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Sumatera Utara, di Balai Data Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu (5/2/2020).

Dalam kesempatan itu,  Djonner Sipahutar S.Hut, M.Si selaku Kepala Bidang Penatagunaan Hutan mewakili Kadis Kehutanan Propinsi Sumut pada   menyampaikan sejarah kawasan hutan Propinsi Sumatera Utara mulai dari Hutan Register, TGHK, Paduserasi RTRWP, SK 44 Tahun 2005, SK 579 Tahun 2014 hingga SK 8088 Tahun 2018. Berdasarkan SK 579/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Propsu, Jo. SK. MenLHK nomor. 8088/MenLHK-PKTL/KUH/Pl.A.2/2918 tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Hutan Prpopinsi Sumut luas Kawasan Hutan Kabupaten Tapanuli Utara adalah seluas 220.760,10 Ha dengan rincian Hutan Suaka alam seluas 2.018,90 ha, Hutan Lindung 123.275,15 ha, Hutan Produksi Tetap46.508,88 dan Hutan produksi terbatas seluas 48 957,18 hektar.

Adapun permasalahan yang dihadapi dalam kawasan hutan ini mulai dari pemukiman dan lahan pertanian yang berada dalam kawasan hutan, keberadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial serta infrastruktur pemerintahan di dalam kawasan hutan, sertifikat di dalam kawasan hutan, klaim tanah warisan dan hak hak lama pada kawasan hutan hingga tanah Ulayat di dalam kawasan hutan.

Untuk itu dibentuk tim inver PTKH dengan SK Gubernur yang anggotanya termasuk Camat dan Kepala Desa se-Tapanuli Utara untuk melakukan tugas menerima pendaftaran permohonan inventarisasi dan Verifikasi secara kolektif yang diajukan oleh Bupati, pendataan lapangan, melakukan analis dan merumuskan rekomendasi kepada Gubernur. Secara teknis dilanjutkan dalam paparan Rahman Panjaitan , S.P, M.Si selaku Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Sumatera Utara. Dilanjutkan paparan dari yang Sarwin Tambunan mewakili  Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Sumatera Utara.

"Ini merupakan kesempatan yang baik untuk kita memahami masalah TORA ini. Para Kepala Desa untuk mengajukan lahan yang memang sudah dikelola masyarakat, tapi jangan mengada ada. Batas batas wilayah juga agar ditetapkan dan diselesaikan dengan baik. Tanggal 25 Maret  ini sudah harus di meja saya agar segera ditindaklanjuti ke Gubernur," ujar  Bupati.

"Koordinasi kita harus cepat, para camat dan kepala Desa harus gerak cepat. Tahun ini harus segera kita keluarkan yang menjadi hak milik rakyat," ujarmya. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html