Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Antisipasi Virus Corona, FORKOPIMDA Aceh Utara Bentuk Tim Reaksi Cepat

Tim Redaksi: Selasa, 18 Februari 2020 | 21:54 WIB


ACEH UTARA-  Seiring merebaknya isu Virus NCoV (Novel Corona Virus) atau dikenal dengan virus corona, Aceh Utara tidak mau tertingal dengan daerah-daerah lain. Untuk antisipasi isu corona,  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara sudah membentuk tim reaksi cepat dalam penanganan virus corona, bila ada warga yang terifeksi virus corona, Selasa (18/02/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin  SKM menyatakan bahwa, sejauh ini belum ada kasus di Indonesia dan mudah-mudahan virus corona tidak ada di Indonesia kususnya Aceh.

Adapun pembentukan tim tersebut untuk menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.

Lalu, pihaknya mengundang instansi lintas sektor di Aceh Utara untuk membentuknya. Tim itu diketuai langsung oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib atau yang disapa cek mad, sementara itu "Kementerian Kesehatan RI sudah membuat satu grup WhatssAp (WA) untuk memudahkan berkomunikasi dengan semua kepala dinas kesehatan, dan juga direktur rumah sakit.

"Sebagai bentuk keseriusan dalam antisipasi bahaya corona, Aceh Utara sudah memiliki 30 set pakaian untuk petugas medis di RSU Cut Meutia, Aceh Utara bantuan dari Dinas Provinsi Aceh guna menangani bila ada pasien. Selain itu juga sudah disiapkan sopir dan tiga kamar khusus di RSU Cut Meutia untuk mengantisipasi bila ada kasus tersebut," ujar Amir.

Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, lanjutnya, menjadi rumah sakit rujukan kedua di Aceh setelah RSU Zainoel Abidin. “Ini kita lakukan untuk mengantisipasinya. Namun, kita kita berharap dan sama-sama berdoa supaya tidak kasus virus corona di negeri kita ini,” ujar Amir.

"Dalam waktu dekat, pihak RSU Cut Meutia juga akan mengadakan simulasi untuk penanganan virus tersebut. Akan tetapi, itu dilakukan secara internal saja. Saya juga sudah mengadakan rapat dengan semua kepala puskesmas dalam rangka mengantisipasi. Kita minta supaya kepala puskesmas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat agar menjaga kebersihan diri, dan lingkunganya,” pungkasnya.

Tujuan sosialisasi itu dilakukan supaya masyarakat lebih peduli kesehatan. Sebab, virus merupakan virus menular, bisa menyeranh siapa saja bila antibodi tidak kuat.

“Jadi, jagalan kondisi kesehatan. Misalnya, mencuci tangan dengan memakai sabun sebelum dan sesudah makan. Kemudian menjaga asupan gizi dan kondisi kesehatan,” tutup Amir (alman).

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html