Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli Sambut Baik Rencana Pemprovsu Jadikan Nias Tempat Pembibitan Babi

Tim Redaksi: Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:23 WIB

GUNUNGSITOLI - Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menjadikan Kepulauan Nias menjadi tempat pembibitan ternak babi untuk restocking atau penggantian ternak babi di daerah-daerah yang saat ini terkena virus African Swine Fever (ASF).

Hal itu disampaikan Herman kepada Metro-online.co ketika dimintai tanggapannya terkait dengan rencana Pemerintah Provinsi itu, Sabtu (18/1/2020) di Kediamannya, Jalan Supomo Mudik Gunungsitoli.

Herman mengatakan, pihaknya mendukung langkah pemerintah untuk melakukannya karena ini kesempatan baik bagi masyarakat peternak babi.

"Saatnya untuk berinvestasi dalam pembibitan babi sehingga ekonomi masyarakat pengrajin ternak babi ini meningkat," katanya.

Diakhir tanggapannya, politikus Demokrat ini berharap juga pemerintah Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias menyambut positif rencana ini dengan memfasilitasi masyarakat dalam penyediaan bibit unggul sehingga program ini kedepan tidak mengecewakan.

Ide dijadikannya Nias sebagai daerah pembibitan babi untuk restocking babi di daerah lain berawal dari gagasan Pemprovsu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara terkait dengan wabah penyakit sejenis virus yang menyerang babi di daratan Sumatera Utara terakhir ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap kepada wartawan, Jumat (17/1/2020) menyampaikan restocking itu akan dilakukan setelah daerah-daerah yang terjangkit dinyatakan bebas dari ASF.

Ada beberapa alasan Nias ditetapkan sebagai tempat pembibitan babi yakni Nias terpisah dari daerah yang sampai saat ini tercatat tidak terkontaminasi dengan kematian babi karena ASF, populasi babi di daerah itu juga cukup banyak, dan kondisi iklim di Pulau Nias relatif sama dengan daerah yang terkena wabah ASF.

Namun demikian, Azhar menyampaikan restocking bibit babi itu tidak bisa dilakukan sekarang karena akan sia-sia jika nantinya mati. (Dafa)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html