Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

LSM VOSY Temukan Dugaan Kebocoran Anggaran Tahun 2018 di Dinas Kominfo Sibolga

Tim Redaksi: Minggu, 15 Desember 2019 | 23:59 WIB


SIBOLGA - Tim Investigasi LSM VOSY Sibolga dan Tapteng menemukan beberapa dugaan kebocoran anggaran yang terjadi di Kantor Dinas Kominfo Kota Sibolga yang menelan biaya sampai Milyaran rupiah pada tahun 2018.

"Setelah melakukan investigasi di lapangan, kami menduga anggaran belanja yang ada Dinas Kominfo Kota Sibolga pada Tahun Angaran 2018 sepertinya di Mark-Up oleh oknum tertentu untuk memperkaya diri," ujar Fernandes Hutabarat kepada Metro Online, Minggu (15/12/2019).

Dijelaskannya, adapun anggaran yang diduga di Mark-Up adalah Program Kerjasama Informasi dan Media Massa yang dananya sebesar Rp2.205.144.000, Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah sebesar Rp1.076.000.000, Pembuatan Majalah Pemerintah kota Sibolga sebesar Rp127.700.000.

Kemudian, Pencetakan Kelender kota Sibolga sebesar Rp143.000.000, Pelayanan Dokumentasi Bagi Masyarakat Yang Membutuhkan Informasi sebesar Rp226.540.000, Fasilitas peningkatan SDM bidang komunikasi dan Informasi melalui kunjungan kerja sebesar Rp117.470.000 dan Operasional Peliputan Kegiatan Pemerintah Daerah sebesar Rp252.070.000.

"Kami mempertanyakan Program Kerjasama Informasi dan Media Massa, bekerjasama dengan pihak Media massa mana saja Dinas Kominfo Sibolga, sebab kita ketahui bersama dalam mencari info tentang kegiatan Pemko Sibolga kebanyakan hanya di media sosial saja," ujar Fernandes.

"Mampukah Diskominfo membuka secara gamblang ke publik tentang jumlah eksemplar pembuatan majalah dan pembuatan kalender pada tahun 2018 dan sesuaikah yang dianggarkan dengan yang dicetak," tegasnya.

Disamping itu, lanjut Fernandes, masih banyaknya masyarakat yang bingung dalam pelayanan yang diberikan pemerintah, ternyata Diskominfo memiliki program pelayanan dokumentasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi yang di tampung APBD tahun 2018.

"Harusnya dengan adanya keterbukaan informasi dalam bidang pelayanan, Pasutri Pemulung yang hidup tanpa BPJS di Parombunan sudah tidak kita temukan di kota Sibolga tercinta ini," kata Fernandes.

Padahal, kata dia, Diskominfo menikmati kegiatan yang menunjang mereka agar bekerja jauh lebih baik dalam menjalankan tugas Dimana kami temukan, bahwa tahun 2018 Diskominfo menampung anggaran untuk operasional peliputan kegiatan.

"Dimana banyak teman yang meliput kegiatan di Pemko Sibolga, namun yang mendapatkan biaya operasional hanya segelintir saja," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kominfo Kota Sibolga Hermanto Harahap belum dapat dikonfirmasi. (Andes)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html