Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Hiii...! Ada ‘Dusun Siluman’ di Desa Medan Estate Deliserdang

Tim Redaksi: Senin, 09 Desember 2019 | 11:07 WIB


Daftar DPT pada Pemilu 2019 lalu.
DELISERDANG | Saat ini sedang viral terkait informasi adanya ‘Dusun Siluman’ atau ‘Dusun Hantu’ di kawasan Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Bagaimana tidak? Bisa-bisanya dusun yang tak berpenghuni itu dipimpin seorang kepala dusun dan menerima dana honor dari Dana Desa.

Hal ini kembali diungkapkan Indra Surya Nasution SH, Ketua LKMD setempat. Dia berharap agar semua mata dapat tertuju pada kasus yang dia temukan ini. Sebab, dia melihat adanya tabir kelam dugaan penggunaan dana desa yang tidak sesuai aturan.

Sebab Indra menilai, keberadaan dusun tak berpenghuni ini diketahui oleh orang banyak di sana. Namun oknum perangkat desa, termasuk pihak kecamatan tetap membiarkan seolah-olah dusun ini ada penduduknya.

“Di situ cuma ada satu unit gereja kecil dan semua jemaatnya tidak berdomisili di situ. Posisinya Dusun Siluman ini adalah di Dusun V (Lima -  red). Hanya hamparan lahan kosong. Tidak ada warga di situ. Sudah puluhan tahun, kepala dusun sudah dua kali terus berganti, tapi masyarakat tidak adanya, ini kan aneh?” kata Indra.

Kata dia, berdirinya satu dusun dengan kepemimpinan seorang kepala dusun, harusnya ada aturan mainnya. Paling tidak, lanjut Indra, ada seratus jiwa sebagai penduduknya. “Ini kadusnya digaji dari ADD (Alokasi Dana Desa). Jadi dia (Kadus-red) kerja, tapi tidak ada mengurusi masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan Indra, Kepala Dusun Siluman ini adalah Salmon Siregar, yang merupakan warga dari Dusun III. “Yang kita sayangkan lagi, camat pun ikut-ikutan ke dalam ranah ini. Harusnya camat kan bertindak sebagai wasit, dusun yang kosong itu dirambah ke dusun II dan dusun VI,” katanya.

Masih menurut Indra, tidak ada kesitimewaan dari dusun ini. Ada pun cagar budaya, itu berada di Dusun II, yaitu makam Tuan Syech. “Tapi itu diklaim sama camat, lokasi itu sebagai dusun V. Padahal kita tahu itu selama ini adalah dusun II,” sebutnya.

Sementara itu, berkaitan dengan Hari Anti Narkoba se-Dunia yang jatuh hari ini, 9 Desember 2019, Indra masih merasa pesimis. “Bagaimana tidak? Di level bawah saja, sudah korupsi dan terkesan dilindungi. Bagaimana pula di level atas?” pungkasnya.

Terkait adanya upaya mengubah status dusun, berhasil didapatkan Indra Surya Nasution dan tim investigasinya. Setidaknya hal itu terlihat dari wawancara dengan Damenta beru Sukapiring yang mengaku heran dusun tempat kos-kosannya diganti dari dusun II menjadi Dusun V oleh pihak desa.

Berikut Videonya...


Sementara itu, informasi dihimpun, pihak Polda Sumut sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki keberadaan desa fiktif di Sumatera Utara yang menelan dana desa. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengaku, pihaknya masih melakukan pendalaman.(red)


Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html