Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Labuhanbatu Hadiri Mimbar Serasehan KTNA di Kecamatan Bilah Hulu

Tim Redaksi: Jumat, 13 Desember 2019 | 18:16 WIB

LABUHANBATU - Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe menghadiri kegiatan Mimbar Serasehan KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Labuhanbatu yang berlangsung di Lapangan Bolakaki Dusun Siluang I Desa Gunung Selamat Kecamatan Bilah Hulu, Jumat (13/12/2019).

Hadir dalam kegiatan itu, Kasdim 0209/LB, Wakil Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara, Ketua Komisi Penyuluh Kabupaten, Sesepuh Penyuluh dan Ketua KTNA Labuhanbatu serta para Ketua-Ketua KTNA dan Penyuluh se-Kabupaten Labuhanbatu serta Camat Bilah Hulu dan Kepala Desa Gunung.

Dalam sambutanya, Bupati Labuhanbatu mengatakan, ada salah satu inovasi Labuhanbatu yang mendapat predikat inovasi terbaik di Indonesia yakni lahan padi di Desa Selat Beting yang dulunya hanya bisa panen satu kali dan pihaknya berupaya untuk menghasilkan panen sebanyak 3 kali.

Pemkab memberikan pupuk, bibit dan obat-obatan gratis, dan apabila mengalami gagal panen akan diasuransikan, untuk luas 1 hektar diganti rugi sebesar 6 juta rupiah, dan alhamdulillah hasilnya luar biasa sebanyak 6-8 ton per hektar.

"Karena itu merupakan program Nasional rencanananya akan ditanam sawit di lahan seluas sekitar ribuan hektar bukan CPO tetapi biodiesel yang akan dikelola pemerintah pusat nantinya," kata Bupati.

Dijelaskannya, jumlah luas sawah di Labuhanbatu ada 18 ribu hektar semua di asuransikan dengan dana APBD, sehingga masyarakat tidak ragu untuk menanam padi.

"Dan alat-alat pertanian juga lengkap salah satunya 10 unit mesin pemanen padi bantuan dari Kementerian Pertanian," tegasnya.

Bupati Andi menambahkan, saat ini bukan hanya penyuluh yang berangkat study tetapi petani langsung semua difasilitasi termasuk uang saku.

"Di tahun 2020 ada sebanyak 150 orang petani yang rencanananya akan berangkatkan ke Provinsi Jawa Barat," ungkapnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan SH menjelaskan, KTNA adalah suatu organisasi profesi independen Indonesia yang terorientasi disektor pertanian berbasis agribisnis teknologi dan lingkungan hidup di pedesaan.

"KTNA terdiri dari komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah yang memiliki kualifikasi dalam kemampuannya masing-masing dan punya karakter dalam pembangunan ekonomi nasional khususnya dalam bidang agribisnis," jelasnya.

Abdul menjelaskan, Organisasi KTNA ada di Provinsi dan Kabupaten serta Kecamatan, mimbar sarasehan adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya difasilitasi oleh Dinas Pangan.

"Forum ini adalah forum silahturahim antara petani, nelayan dengan pemerintah dan instansi terkait," ujarnya. (Manto)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html