Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Sudah Sepekan, Bangkai Babi Resahkan Warga Batang Kuis

Tim Redaksi: Sabtu, 09 November 2019 | 11:06 WIB

DELISERDANG - Warga Dusun III, Desa Mesjid, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang sudah sepekan terakhir mengaku resah dan terganggu dengan bangkai hewan babi yang berada di parit batas kebun sawit PTPN II dengan pemukiman warga.

Bau busuk menyengat kini sangat menggangu kenyamanan masyarakat dan warga juga sangat cemas kalau hal ini nantinya akan menyebarkan virus penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat sekitar lokasi itu.

Risky, warga Dusun III, Desa Mesjid, Kecamatan Batang Kuis, Sabtu (9/11/2019) mengatakan kalau keberadaan bangkai babi sudah hampir sepekan diketahui masyarakat dan hal ini juga sudah dilaporkan kepada Pemerintah Desa setempat namun tidak ada reaksi sampai sekarang.

"Kita disini umumnya warga muslim dan ini bangkai hewan bukan sembarang warga bisa mengamankannya. Selain haram menurut agama kami juga ini hewan mati karena virus penyakit, warga juga takut kalau-kalau agar menular dan mengancam keselamatan masyarakat. Mestinya pemerintah daerah setempat atau Muspika Kecamatan Batang Kuis sudah cepat mengambil sikap. Kalau dibiarkan saja kasihan masyarakat kami yang disini," ujar Risky.

Hal senada disampaikan Herman. Menurutnya, pada saat membuang bangkai babi itu warga tak melihat. Ia menduga itu dilakukan pada malam hari dan apabila pihaknya mengetahui pelakunya pasti ditangkap

"Kami minta polisi segera menyelidiki hal ini dan menangkap pelaku karena sudah sangat meresahkan masyarakat," ketusnya

Sementara itu, Kapolsek Batang Kuis AKP Madiantha Boru Ginting saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Diketahui, belakangan ini teror bangkai babi sudah menyebar di sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti di Deliserdang, Serdang Bedagai dan Kota Medan. Namun pemerintah daerah terkesan sepele dan lamban menangani persoalan ini. (Wan)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html