Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

STM Hilir Deliserdang Diduga Marak Proyek Siluman

Tim Redaksi: Senin, 11 November 2019 | 20:11 WIB

DELISERDANG - Selain pekerjaan Irigasi di Dusun Bintang Meriah, Desa Rimo Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang disinyalir proyek siluman, ada juga pekerjaan drainase saluran pembuangan limbah di Dusun I Pintu Besi Desa Lau Rakit, juga diduga hal yang sama.

Bahkan, sistem pekerjan Drainase di Dusun I Pintu Besi Desa Lau Rakit tersebut jauh lebih parah dari pekerjan irigasi di Dusun Bintang Meriah, Desa Rimo Mungkur.

Menurut keterangan masyarakat setempat, bahwa masih dalam hitungan hari saja bangunan drainase itu ambruk.

Ambruknya bangunan drainase itu, menurut masyarakat, karena pekerjaannya terkesan asal-asalan, terkhusus bagian campuran semen tidak sesuai dengan pasir, hingga membuat semen itu tak kuat menahan beban berat bangunan.

Ketua Karang Taruna Desa Lau Rakit Sarikat Barus, menyesalkan sistem pekerjan rekanan Pemkab Deliserdang yang mengerjakan pembangunan drainase tempat pembuangan air limbah desanya tersebut.

"Gimana lah, begitu kualitas pembangunan. Baru 3 hari selesai dikerjakan sudah ambruk. Kalau begitu lebih baik gak usah dibangun karena cuman menimbulkan praduga buruk masyarakat desa ini terhadap Pemkab Deliserdang," Jelas Sarikat Barus didampingi beberapa anggotanya. 

Lanjut Sarikat, bahwa pihaknya selalu mendukung pembangunan yang masuk kedesanya.

"Kita (karang taruna, red) tetap mendukung pembangunan yang masuk ke desa ini, tapi kalau bisa transparan dan pekerjanya sewajar-wajarnya saja. Ini masak papan informasinya pun gak ada. Dan selain itu pekerjanya juga pun asal-asalan," tegas Sarikat Barus dengan nada kecewa.

Terkait itu, Kades Lau Rakit Edy Guanta Barus, saat dikonfirmasi mengatakan kalau proyek tersebut milik Pemkab Deliserdang. Ia juga mengatakan kalau bangunan itu atas usulan desa.

"Proyek itu dari Pemkab Diserdang. Dan itu atas usulan desa," kata Edy.

Edy mengaku tidak mengetahui siapa rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Saya juga gak tau siapa pemborongnya dan juga gak tau berapa banyak anggarannya," ucapnya. (Jassa)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html