-->

Bangkai Babi Cemari Sungai Wampu Langkat

Sebarkan:

Langkat - Setelah Kota Medan, kini bangkai babi mulai terlihat mengambang di Sungai Wampu, Kabupaten, Kamis (14/11/19).

Temuan inipun lantas membuat heboh warga sekitar dan melaporkan temuan tersebut ke dinas terkait agar dapat segera diatasi.

Diketahui bangkai babi yang dibuang orang tak bertanggung jawab ini diduga membawa virus Hog Cholera dan virus ASF. Ada dugaan, bangkai babi ini sengaja dibuang dengan cara dihanyutkan oleh peternak babi disana.

Salah seorang masyarakat yang melihat bangkai babi, Isra Fansuri mengatakan, pagi itu sekitar pukul 08.43 WIB, dirinya hendak menyeberang dengan menggunakan getek dari Kecamatan Bingai, Kabupaten Langkat menuju kota Stabat.

"Pagi itu seperti biasa saya hendak menyeberang, saat itu saya lihat tumpukan sampah yang ada bangkai babi. Ada sekitar tiga ekor, yang duanya hanyut terbawa arus dan yang dua lagi ketepi sungai," katanya.

Tidak tertutup kemungkinan, tambahnya, pada malam hari, babi mati juga sengaja dihanyutkan ke sungai Wampu. "Jelas ini harus menjadi perhatian aparat terkait. Karena sebelumnya, juga sudah terlihat babi yang hanyut sebanyak tiga ekor," harap warga.

Menyikapi masalah ini Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Nasiruddin mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan info tersebut dan berusaha menelusuri temuan ini. "Kita sudah mendapatkan info dari masyarakat dan anggota sudah turun langsung ke lapangan," katanya.

Dijelaskanya, sejauh ini pihaknya berusaha mengevakuai bangkai babi itu agar tidak mencemari aliran sungai. Karena masih banyak masyarakat yang menggunakan sungai untuk keperluan sehari-hari. "Kita tengah mengevakuasi bangkai babi itu agar tidak mencemari air," jelasnya, sembari mengakui Kabid Perternakan Supriadi, yang turun ke lokasi.

Dengan banyaknya temuan bangkai babi yang dibuang ke sungai dibeberapa titik di Sumatera Utara. Dikatakan Nasiruddin, pihaknya jauh hari sudah memberikan penyuluhan kepada peternak. Agar setiap bangkai hewan ternak apapun itu mesti ditanam dan jangan dibuang sembarangan.

Apalagi dibuang ke aliran sungai yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. "Jauh hari kita terus melakukan sosialisasi kepada peternak apapun itu, agar setiap hewan ternak yang mati sebaiknya ditanam daan jangan dibuang sembarangan," tegasnya. (hen). 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini