Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Desa Hutapea Banuarea Bangun TPT Untuk Mencegah Bencana

Tim Redaksi: Jumat, 13 September 2019 | 14:22 WIB





Teks foto : Kepala Desa Hermanto Hutapea turun langsung meninjau pembangunan TPT di Nagatimbul. caption
TAPUT - Rumah di pemukiman Dusun Soksok Julu tepatnya di Nagatimbul Desa Hutapea Banuarea Kecamatan Tarutung mengalami rawan longsor, Pemerintahan desa daerah itu bangun Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk kenyamanan warga terhindar dari bencana longsor.

Pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut setinggi 4,60 meter dan panjangnya 100 meter yang pembangunannya dari Dana Desa anggaran tahun 2019 senilai RP. 438.413.362,-.

Kepala Desa, Hermanto Hutapea mengatakan, sebagai pemerintah desa pembangunan itu untuk menghindari bencana rawan longsor, dimana, tebing setinggi 13 meter dibelakang rumah warga semakin terkikis dan bahkan dapur rumah serta kamar mandi warga sudah jatuh kebawah akibat longsor.

"TPT dibangun untuk menghindari rumah warga dari bahaya rawan longsor, maka kita membangun Tembok dari Dana Desa," katanya, Jumat (13/9/2019).

Lanjut Hermanto, pembangunan tersebut sudah pernah diajukan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) namun anggaran Kabupaten belum mencukupi, menanggapi hal itu pihak Kabupaten sudah mengajukan ke tingkat propinsi.

" Tinggi pembangunan tembok setinggi 4.40 meter, tahap pertama dari Dana Desa. Kita masih sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah Kabupaten untuk menindak lanjuti kedepan, untuk memangkas tebing agar rata dengan tembok karena masyarakat sudah setuju demi terhindar dari bencana longsor," jelasnya.

Hal serupa dikatakan warga Nagatimbul, Jelita Boru Siregar (39) rumah miliknya yang persis diatas tebing rawan longsor, kamar mandi dibelakang rumah sudah ambruk kebawah akibat longsor.

" Ya, kamar mandi dan WC ikut terbawa kebawah akibat longsor, bahkan tidur malam kami takut, apalagi di musim hujan tebing lama ke lama an semakin terkikis. Kami meminta kepada pemerintah Tapanuli Utara agar tanah dilokasi ini untuk dipangkas/diratakan dengan bantuan alat berat demi keselamatan," akunya.

Jelita Siregar menambahkan, penduduk warga Nagatimbul sebanyak 8 KK sudah setuju tanahnya diratakan berikut dengan rumah demi terhindar dari bencana longsor. (AS)






Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html