Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Terkait Pungli Bedah Rumah di Bagan Deli, Polisi Diminta Usut Aktor Dibalik Oknum Pungli

Tim Redaksi: Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:59 WIB


Foto : dc

BELAWAN - Kasus dugaan penipuan dan pungli bedah rumah di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan telah ditangani Polres Pelabuhan Belawan. Harapannya, polisi dapat mengusut tuntas aktor pelaku dibalik oknum pungli tersebut.

Demikiankan dikatakan Praktisi Hukum, Bambang Santoso SH, MH, Selasa (13/8/19). Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan polisi untuk mengusut kasus itu, artinya, pungli yang dilakukan oleh warga sipil dapat dijerat dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Dengan demikian, kata Bambang, perbuat melanggar hukum yang dilakukan oknum tersebut pasti berkaitan dengan lembaga pemerintah. Dugaan kuat, pasti ada dana - dana hasil pungli yang mengalir ke oknum pemerintah. Apalagi, soal surat menyurat yang ditandatangani oleh pihak kelurahan.

"Kita bukan menuding, tapi untuk proses pengusutan, polisi bisa saja menyelidiki ke arah lembaga pemerintahan. Bisa saja kita duga ada keterlibatan oknum pemerintah, tapi kalau memang tidak ada, berarti kasus itu murni pidana umum kasus penggelapan dan penipuan. Apabila ada keterlibatan unsur pemerintah maka kasus itu masuk dalam ranah tindakan pidana korupsi," terangnya.

Dengan tegas, Bambang berharap polisi untuk mengusut aktor dibalik oknum tersebut. Polisi sudah bisa bergerak dari temuan itu, walaupun tidak ada warga yang melapor. Apalagi kasus itu menyentuh publik dan warga miskin, agar kasus itu diusut tuntas.

"Inikan menyangkut hak konstitusi masyarakat secara sah dan terjamin dalam hukum. Jadi, polisi yang sudah bekerja mampu menuntaskan kasus itu," pungkasnya.

Kepada Dinas PKP2R selaku pemilik regulasi, lanjut Bambang, ke depannya pengawasan harus lebih diperketat. Agar verifikasi dan peruntuhan untuk rumah bedah kepada warga miskin tepat sasaran tanpa ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Yang jelas, kita minta kepada dinas untuk lebih tegas lagi melakukan pengawasan. Penyimpangan terjadi, karena kurangnya pengawasan. Agar ini tidak timbul masalah lagi ke depannya, dinas harus melakukan verifikasi lebih ketat melaksanakan programnya," sebut Bambang.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya masih terus mengusut kasus itu, untuk terduga pelaku belum mereka periksan dan masih menyelidiki kasus tersebut.
"Kita masih fokus kumpulkan bukti, untuk terduga pelaku belum kita periksa. Adanya keterlibatan unsur pemerintah belum dapat dipastikan, yang jelas kasus ini masih kita selidiki," pungkasnya. (mu-1).


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html