Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Besi Penyangga Terlalu Rendah, Mobil Truk Terpaksa Bongkar Muatan Saat Melintas

Tim Redaksi: Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:08 WIB



EMPAT LAWANG - Salah satu besi penyangga disisi jembatan Rel Kereta Api (Underpass) yang berada di tengah Desa Lubuk Kelumpang (Talang12) Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang - Sumsel yang posisinya membentang di atas Jalan Lintas Tengah Sumatera ini, dalam setiap satu bulannya membuat para salah satu dari sopir mobil truk kebingungan.
Pasalnya, besi penyangga jembatan tersebut dinilai terlalu rendah, akibatnya setiap para mobil truk ini dengan muatan yang cukup di nilai lebih tinggi, tidak bisa melintasi dibawah jembatan Rel tersebut.

Untuk tinggi besi penyangga itu dari bawah atas berkisar 3,9 Cm membuat sebagian dari mobil truk yang melewati batas tinggi ukuran tersebut, tepaksa melakukan bongkar muat barang yang ada dalam mobil.

Dari keterangan Kus seorang Ibu Rumah Tangga yang berada sekitar mengatakan, memang dalam setiap bulannya pasti ada truk yang tak bisa melintas, akibat karena muatannya tinggi.

"Ya,   pasti  saja  dalam  sebulannya, mobil harus   dibongkar   muatannya," ungkapnya kepada wartawan, Jum'at (30/8/19).

Bahkan ia mengatakan, hal ini bukan hanya berlaku mobil pengangkut barang saja, namun ada juga sebagian dari mobil truk lain  seperti mobil pengangkut alat berat jenis Ekskavator, terpaksa harus dievakuasi secara darurat, diduga karena hal yang serupa.

Tetapi katanya, kebanyakan mobil yang terjebak,  yaitu dari arah Hulu menuju ke Ilir, atau dari Kota Tebing Tinggi Empat Lawang  ke Kota Lubuklinggau. Namun meski muatan tersebut terbilang tidak mengkhawatirkan, tetapi para sopir truk ini sangatlah ekstra ber Hati- Hati.

Sementara, Jumira salah seorang yang biasa mendapatkan borongan upah dari bongkar muat truk menjelaskan, dirinya mengaku adanya pendapatan borongan bongkar muat tersebut merasa sangat bersyukur karena sesama manusia lainnya bisa saling tolong menolong.

"upah yang saya dapatkan bukanlah banyak, namun bagi saya cukup, selain itu bisa dapat berbagi kebaikan juga, yaitu saling tolong," Ujarnya.

Sementara akuan para sopir truk ini melalui dari Jumira. Para sopir ini pun juga tidak bisa berbuat apa apa, karena selain dari jalan itu, tidak ada jalan pintas yang lain untuk dilalui.

"Para sopir ini terpaksa pasrah dengan keadaan, ya harus gimana lagi hanya inilah satu satunya jalan yang bisa dilalui, jelasnya kalau mau mutar balik arah. Jauh," akunya.


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html