Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tidak Kunjung Diperbaiki, Masyarakat Blokir Jalan Besar Hamparanperak

Tim Redaksi: Jumat, 12 Juli 2019 | 19:46 WIB



BELAWAN - Akibat jalan tidak kunjung diperbaiki, ratusan masyarakat memblokir Jalan Besar Hamparanperak yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Jumat (12/7/19).

Aksi protes dari warga Desa Selemak, Hamparanperak dan Klambir sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah daerah yang tidak peduli memperbaiki jalan yang sudah rusak selama 2 tahun.

"Sudah bertahun - tahun jalan ini rusak, sampai sekarang tidak juga diperbaiki. Tidak ada yang boleh lewat, sebelum jalan ini diperbaiki," teriak ibu - ibu sambil memegang karton bertuliskan protes.

Ratusan masyarakat didominasi ibu - ibu sambil memegang spanduk bertuliskan 'Bapak Presiden tolong perbaiki jalan kami', membentang ambal dan meletakkan pohon pisang di jalan yang menghubungkan Medan dan Binjai tersebut.

Seorang warga, Almasyah mengatakan, kerusakan jalan itu sudah terjadi selama bertahun - tahun, secara prosedur masyarakat sudah mendatangi kepala desa untuk meminta agar segera memperbaiki jalan tersebut. Bahkan, asosiasi kepala desa tergabung dari 20 desa sudah diajukan ke Gubernur Sumatera Utara.

Namun, sampai saat ini tidak ada diagendakan atau dijanjikan untuk diperbaiki. Jadi, tujuan masyarakat melakukan protes dengan memblokir jalan agar keluhan kami sampai kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara dan Bapak Persiden.

"Lihat sekarang ini, jalan yang rusak parah imi ada sepanjang 3 km. Kami kecewa, kenapa alasan dari pemerintah anggaran, apa tidak mampu melakukan perawatan dulu dengan meratakan sementara. Kenapa jalan tol bisa dibangun bagus dengan berhutang, sedangkan jalan di desa kami masih hancur," ucap Alamsyah.

Ditegaskan pria berusia 50 tahun ini, masyarakat minta agar perbaikan jalan itu segera diagendakan Pemprov Sumatera Utara.

"Jalan ini kalau hujan seperti kolam, karena lubangnya besar - besar. Apalagi musim panas, jalan ini berabu. Belum lagi ada korban ibu - ibu meninggal karena jalan ini. Intinya kami ingin jalan ini segera diperbaiki," teriak Alamsyah disambut dukungan dari masyarakat.

Sementara, Tokoh Masyarakat Hamparanperak, M Adami Sulaiman berharap perbaikan jalan itu segera diperbaiki, karena banyak peristiwa yang ditimbulkan. Namun, pemerintah belum ada reaksi. Ia menilai Kecamatan Hamparanperak sepertinya tidak dianggap dalam struktur pemerintahan, buktinya hanya masalah jalan tidak mampu diperbaiki.

"Kita minta ini segera disikapi, kalaupun belum masuk anggaran, paling tidak ada sikap untuk meratakan dengan menimbun pakai sertu. Bukan membiarkan kondisi jalan semakin rusak parah. Dengan adanya aksi ini pemerintah diminta segera respon, kalau nanti ada demo yang lebih besar jangan salahkan masyarakat, tapi pemerintah yang salah tidak mau mengambil sikap," tegasnya.

Menyikapi itu, Camat Hamparanperak, Amos F Karo Karo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Deliserdang maupun Provinsi Sumut untuk perbaikan jalan tersebut.

"Tuntutan ini sudah kita respon, sebulan lalu kita sudah surati PU Provinsi Sumut, mereka sudah turun. Namun, pelaksanaannya belum bisa dilakukan tahun ini, mengingat anggaran bisa dilaksanakan tahun 2020," terangnya.

Disinggung langkah yang dilakukan atas protes masyarakat, Amos didampingi Kapolsek Hamparanperak Kompol Azuar mengaku, sudah bermohon ke provinsi agar jalan itu segera diperbaiki. Namun, kebijakan ada ditangan provinsi, tetapi, ia akan mengambil kebijakan untuk mendatangkan alat berat dari Pemkab Deliserdang untuk meratakan gelombang jalan sementara.

"Hari ini alat akan turun, kita akan upayakan jalan yang bergelombang kita ratakan dulu. Jadi, kepada masyarakat kita minta bersabar menunggu proses pelaksanaan perbaikan dari provinsi," terang Amos.

Masyarakat yang masih bertahan melakukan protes akhirnya diminta membubarkan diri oleh Camat Hamparanperak dibantu Kapolsek Hamparanperak. Setelah mendengar penjelasan Muspika Hamparanperak, masyarakat akhirnya membuka jalan dan membubarkan diri. (mu-1).


Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html