Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Dituding Lakukan Aksi Pencurian, Kakek Ini Tewas Diamuk Massa

Tim Redaksi: Sabtu, 11 Mei 2019 | 19:44 WIB


SERGAI – Seorang kakek tua diketahui bernama Rusli, yang diduga maling dihajar massa hingga babak belur dan berlumuran darah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Sultan Sulaiman Sei Rampah.

Informasi yang dihimpun wartawan, Jumat sore (10/5) dari Kepala Desa Bakaran Batu E Mansius Sinaga mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi di Dusun 4 Kelapa Tinggi Desa Bakaran Batu yang menyebabkan seorang warga Desa Sukadamai Kecamatan Sei Bamban, Rusli (62) tewas karena diamuk massa karena dugaan ingin melakukan tindak pencurian.

Dijelaskan Kades, peristiwa itu bermula ketika warga bersama pihak Kepolisian mengamankan Rusli yang diduga melakukan pencurian di rumah salah seorang warga di Dusun 4 Kelapa Tinggi Desa Bakaran Batu Sei Bamban, Kamis (9/5) lalu sekitar pukul 24.00 Wib.

“Pelaku sempat melakukan perlawanan dengan mengayunkan benda tajam berupa pisau dan linggis di tangannya dan melukai beberapa warga, sehingga mengundang emosi warga. Saat itu pelaku percobaan pencurian tersebut identitasnya belum diketahui,” jelas Kades.

Warga yang kesal, lantas menghakimi pelaku, hingga berlumuran darah dan terbaring di jalanan. Sementara warga yang lainnya, melihat kondisi pelaku sudah nyaris tewas langsung menghubungi Polsek Firdaus.

Saat pihak Kepolisian tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan tergeletak dengan kondisi wajah berlumuran darah. Sehingga, oleh kepolisian pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman, Sei Rampah untuk mendapatkan pertolongan.

“Tidak lama di rumah sakit, hanya 1 hari orang tua ini meninggal dunia. Masyarakat Desa Bakaran Batu Dusun 4 Kelapa Tinggi Sei Bamban sangat tega menghajar kakek tua yang kerap disapa Wak Jon ini,” ujar Kades sembari menuturkan bahwa Rusli yang tewas dituding melakukan pencurian dan kepergok masyarakat hendak masuk ke rumah warga melalui pintu belakang.

Terpisah, Kapolres Sergai AKBP H. Juliarman EP Pasaribu melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno kepada wartawan Sabtu (11/5/19) membenarkan peristiwa tersebut.

"Hari ini dugaan pelaku Rusli sedang di Otopsi di RS Bhayangkara Medan, Dan hasil otopsi terjadi pendararan di otak akibat benda tumpul dan patah rusuk sebelah kiri hingga meninggal dunia," terang Kasat.

"Kita akan proses sesuai hukum untuk langkah selanjutnya. Namun Kanit Polsek Firdaus sudah saya perintahkan dan nanti kita back up dari Polres," pungkasnya. (YR). 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html