Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ketua HMI Binjai : Jangan Jadikan Pemilu Ajang Pemecah Belah Keutuhan NKRI

Tim Redaksi: Sabtu, 13 April 2019 | 13:24 WIB



Binjai - Terhitung beberapa hari lagi kita akan melaksanakan kontestasi politik terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia. 
Dalam pemilu serentak tahun 2019 ini terdapat 5 jenis Pemilihan yaitu, Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Tk 1, DPRD Tk 2, dan DPD RI.

Ketua HMI Cabang Binjai Septian Hermawan mengatakan kontestasi Politik adalah upaya memilih  calon pemimpin yang layak dan menjadi Platform untuk kesejehteraan umat.

"Maka untuk itu Himpunan Mahasiswa Islam cabang Binjai Periode 2018-2019 menghimbau seluruh elemen masyarakat agar menyambut Kontestasi Politik 2019 sebagai hari raya Demokrasi, menyambut dengan penuh kegembiraan bukan dengan perpecahan yang dampaknya adalah terancamnya kehidupan kita sebaga makhluk sosial rusaknya keberagaman sesama individu atau kelompok," katanya, Sabtu (13/4/2019) siang melalui sambungan telepon.

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Binjai sambung wawan juga menghimbau agar seluruh jajaran ASN, Birokrasi Pemerintahan, Penyelenggara Pemilu, Badan Pengawas Pemilu dan  TNI/Polri agar bersikap netral, tidak memihak ke paslon manapun.

"Jika terdapat kekeliruan dalam menjalankan tugas-tugasnya baik penyelenggara, pengawas, ASN, Birokrasi Pemerintah, TNI/Polri  dan terbukti memihak, maka Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Binjai  dengan ini akan bersikap tegas dengan mengecam atas ketidaknetralan oknum-oknum yang terlibat dalam politik praktis dan akan melaporkan kepihak yang berwajib," tegasnya.

Wawan juga menjelaskan kalau Himpunan Mahasiswa Islam melalui Pengurus Besar HMI (PB HMI) sudah menandatangani MoU terkait sebagai Pemantau Pemilu dalam proses berjalannya demokrasi, terbukti dengan Sertifikat yang dikeluarkan Bawaslu RI Nomor : 009/BAWASLU/VIII/2018 dan terlah terakreditasi sesuai verifikasi berkas administrsasi HMI menurut ketentuan undang-undang sebagai Pemantau.

"Maka mari kita sambut kontestasi pemilu 2019 sebagai ajang menentukan pemimpin yang layak membangun peradaban bangsa.  Saya menghimbau kepada masyarakat agar menolak money politik yang itu sudah menciderai hak konstitusional dan melakukan kecurangan dalam pemilu, tolak intervensi dari pihak manapun, serta mengedepankan asas Pemilu yaitu Langsung, umum, bebas, rahasia serta jujur dan adil," tandasnya.(Ismail).


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html