Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tim Pengendalian Inflasi Daerah P.Siantar Gelar Rapat di Aula Bank Indonesia

Tim Redaksi: Selasa, 12 Februari 2019 | 15:03 WIB

Tim Pengendalian Inflasi Daerah P.Siantar Gelar Rapat di Aula Bank Indonesia
Tim Pengendalian Inflasi Daerah P.Siantar Gelar Rapat di Aula Bank Indonesia



P.SIANTAR | Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar terus berusaha mengendalikan inflasi dengan menerapkan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi ekspektasi.

Setelah melakukan hal tersebut, Inflasi Kota Pematangsiantar mengalami penurunan di Tahun 2019 menjadi 0,01 persen ( month to month/mtm). Sementara di bulan Desember 2018 mencapai 0,38 persen. Sedangkan inflasi pada periode Januari tahun lalu 1,61 persen (year on year/yoy).

Hal itu disampaikan Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekda Budi Utari AP, saat rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di aula Bank Indonesia (BI) Jalan H Adam Malik Pematangsiantar, Selasa (12/2/2019).

Hadir dalam rapat, Elly Tjan selaku Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ir Sawaluddin Naibaho MSi, Asisten Administrasi Perekonomian Drs M Akhir Harahap, Direksi PD Pasar Horas Jaya (PHJ) dan PD Pembangunan Aneka Usaha (PAUS), beberapa OPD seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian, serta Bagian Humas dan Protokoler.

Disebutkan walikota dalam sambutannya, tekanan inflasi pada periode Januari bersumber dari kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Sementara  penyumbang inflasi pada periode Januari yakni penyelenggaraan rumah tangga yang inflasinya 2,820 persen (mtm) dengan andil inflasi 0,0801persen.


Dilanjutkannya, pencapaian inflasi yang rendah tidak terlepas dari koordinasi dan pelaksanaan program TPID Kota Pematangsiantar dalam upaya pengendalian inflasi. Yakni, selalu melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan pasokan bahan pangan dan tetap melakukan kerjasama antara daerah surplus dan defisit komoditas pangan.

Walikota mengharapkan rapat tersebut menjadi momentum untuk mengantisipasi gejolak harga dan ketersediaan pasokan pangan serta kelancaran distribusi untuk mendorong peningkatan kapasitas perekonomian Kota Pematangsiantar agar semakin Mantap, Maju, dan Jaya.(js)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html