Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tiket Mahal, Penumpang Pilih Transit dari Luar Negeri

Tim Redaksi: Kamis, 07 Februari 2019 | 17:12 WIB



Tiket Mahal, Penumpang Pilih Transit dari Luar Negeri
Tiket Mahal, Penumpang Pilih Transit dari Luar Negeri
KUALANAMU |Arus penumpang pesawat di Bandara Kualanamu Deliserdang masih terpantau sepi. Dari data sementara, pihak pengelola menyebutkan terjadi penurunan penumpang setiap harinya, baik kedatangan maupun keberangkatan. Selama sepekan terakhir, penurunan penumpang terjadi sebanyak 25 persen dari biasanya.

Penurunan jumlah penumpang dipicu masih tingginya harga tiket pesawat kesejumlah rute penerbangan domestik ditambah dengan kebijakan bagasi berbayar yang di berlakukan maskapai lion air dan wings air. hal ini semakin membebani masyarakat hingga menurunkan minat penggunaan transportasi udara


Untuk menyiasati mahalnya harga tiket sejumlah masyarakat memilih penerbangan transit dari Kuala Lumpur, Penang atau Singapura untuk ke Jakarta karena harga tiket lebih murah dari pada langsung dari Kualanamu ke Jakarta yang kini masih bertahan mahal di harga kisaran Rp1,8 juta.

Untuk data sementara arus penumpang pada Kamis (07/02/2019) pada penerbangan domestik sudah terjadi pembatalan jadwal keberangkatan sebanyak 15 jadwal keberangkatan.

Sejumlah counter layanan chek in tiket di lantai II Terminal Penumpang yang biasanya sibuk melayani calon penumpang boarding tiket, tampak sepi. Hal ini akibat mahalnya harga tiket pesawat rute domestik di kisaran harga Rp1,8 jutaan yang kalau normal harga tiket pesawat Kualanamu- Jakarta hanya Rp800 ribuan, ditambah lagi dengan kebijakan bagasi berbayar oleh maskapai Lion Air.

Menurut Maneger Operasional Bandara Kualanamu Tri Adhianto, menurunnya jumlah penumpang bandara sudah dirasakan selama sepekan terakhir dan didominasi pembatalan oleh layanan penerbangan maskapai Lion Group. Meski demikian situasi menurun nya jumlah penumpang juga dirasakan oleh bandara lain.

Menurunnya jumlah penumpang tak hanya berdampak pada bisnis layanan penerbangan, namun juga berdampak pada sejumlah usaha bisnis resto, dagang oleh oleh dan yang lainnya, pendapatan para pedagang di bandara kualanamu juga mengalami penurunan omset hingga 50 persen.(wan)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html