Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Berdalih Tidak Ada Uang Receh, Pangkalan Jual LPG Subsidi di Atas HET

Tim Redaksi: Selasa, 12 Februari 2019 | 14:08 WIB

Seorang warga masyarakat Desa Mananti Sosa Jae, Kecamatan Huragi Kabupaten Padang Lawas saat akan membeli gas LPG 3 Kg isi ulang, namun pasokan gas LPG 3 Kg sudah habis terjual.
Seorang warga masyarakat Desa Mananti Sosa Jae, Kecamatan Huragi Kabupaten Padang Lawas saat akan membeli gas LPG 3 Kg isi ulang, namun pasokan gas LPG 3 Kg sudah habis terjual./
PALAS|Berdalih tidak memiliki uang receh untuk membayar uang pengembalian kepada warga masyarakat yang membeli gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram (Kg), satu pengelola pangkalan gas elpiji 3 Kg, bernama Tulus Fernando Siahaan yang beralamat di Desa Mananti Sosa Jae, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), menjual tabung gas subsidi pemerintah itu kepada warga masyarakat di atas HET.

Hal ini terungkap saat wartawan melihat langsung, ketika seorang warga masyarakat yang hendak membeli tabung gas LPG 3 Kg ke pangkalan tersebut, Senin (11/02/2019). "Saya sudah berulang kali ingin membeli tabung gas di pangkalan ini, tapi tabung gas selalu habis," gerutu Suhemi Nasution saat hendak membeli tabung gas LPG 3 Kg.

"Saya selalu memperhatikan, pihak pangkalan di sini selalu menjual gas LPG 3 kg kepada pengecer di malam hari, saat truck pengangkut tabung LPG selesai bongkar. Harus malam-malam beli tabung gas di sini, kalau siang tabung gasnya habis," tambahnya.

Suhemi menduga, pihak pangkalan sengaja menjual tabung gas subsidi pemerintah itu di malam hari kepada masyarakat yang berkesempatan membeli dan juga pengecer gelap dari desa lain di malam hari. "Makanya di siang hari stok tabung gas LPG 3 kilo habis di pangkalan dan banyak dijumpai di pengecer," sergahnya.

"Kalau membeli tabung gas di pangkalan ini harganya Rp 20.000 pertabung. Kalau beli di pengecer harganya berkisar Rp 28.000 sampai Rp 30.000 pertabungnya. Kami dari masyarakat meminta kepada pemerintah dan instansi berwenang untuk mengevaluasi kinerja pangkalan gas LPG ini," desaknya.

Sementara itu, pengelola pangkalan gas LPG yang diketahui bernama Agus Boru Siahaan membantah, pihaknya menjual gas LPG kepada masyarakat di atas harga HET dan mendistribusikan gas LPG kepada pengecer gelap.

"Memang, kami menjual tabung gas di sini seharga Rp 20.000 pertabung, dikarenakan kami tidak menyediakan uang receh untuk kembalian pembelian tabung gas kepada masyarakat. Soalnya, HET gas LPG 3 kilo di pangkalan itu, kan Rp 19.000 pertabung," kilahnya.


"Begitu juga, soal tudingan kami membagi gas LPG kepada pengecer dari luar desa, itu tidak benar. Karena gas dari agen masuk ke pangkalan di malam hari, makanya di malam hari itu juga kami menjual gas kepada masyarakat,: terangnya.

"Soalnya, kalau kami menjual gas LPG di siang hari, banyak sekali warga masyarakat dari luar desa yang mengaku warga desa sini, agar bisa membeli gas LPG 3 Kg. Pasokan tabung gas LPG 3 kilo yang masuk ke pangkalan kami dari agen, sebanyak 600 tabung perminggu. Itupun harus dipenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak agen," tambahnya.(pls-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html