Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

PLTA Batang Toru Dibangun untuk Tahan Gempa

Tim Redaksi: Selasa, 15 Januari 2019 | 00:00 WIB


Pembangunan PLTA Batang Toru Mengadopsi Praktek Terbaik Termasuk untuk Menangani Orangutan 

PLTA Batang Toru.
PLTA Batang Toru.

MEDAN | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dibangun tidak di atas sesar. Proyek ini diciptakan dengan struktur tahan gempa dengan mengadopsi praktek terbaik dari ketentuan nasional dan internasional. Jadi PLTA Batang Toru Aman.

DR. Ir. Didiek Djarwadi, M.Eng, tenaga ahli dari PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) yang merupakan pakar dalam kegempaan dan bendungan, mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam wilayah gempa karena berada di ring of fire. Namun bukan berarti tidak boleh membangun apapun di wilayah Indonesia. “Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah kita harus membangun dengan memenuhi standar yang dipersyaratkan,” kata dia.

Menurut Didiek Djarwadi, PLTA Batang Toru dibangun untuk tahan gempa yang mengacu pada standar dan peraturan terbaru yang berlaku, seperti pedoman untuk desain dan pelaksanaan bendungan beton dari Balai Bendungan, dan International Commission on Large Dams (ICOLD).

“PLTA Batang Toru telah memiliki kajian-kajian yang dipersyaratkan termasuk geologi dan geofisika, termasuk Seismic Hazard Assessment dan Seismic Hazard Analysis,” kata Didiek. Jika bendungan dibangun sesuai standar dipersyaratkan maka bangunan tersebut akan tahan gempa. Contoh dia, PLTA Singkarak tidak mengalami kerusakan walaupun ada gempa terjadi di Sumatera Barat.

Didiek Djarwadi memaparkan hal tersebut saat menjadi saksi fakta di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Senin (14/1), di Medan.

Saksi fakta lainnya yang dihadirkan Ir. Hadi Susilo, MM, pakar hidrologi dan bangunan air, mengatakan pembangunan PLTA Batang Toru telah melalui kajian komprehensif dan mengadopsi praktek terbaik sehingga dipastikan akan ramah lingkungan.

“Dalam hal ini kami tidak membendung air. Kami beroperasi dengan menampung air dan air tetap mengalir ke hilir selama operasi,”  kata Hadi Susilo. Jadi aliran sungai tidak terganggu dengan adanya bendungan karena dari bendungan akan dilepas menerus (24 jam) dari bendungan yang cukup untuk river maintenance/ maintenance flow. Jadi sistem operasional memakai Run Off River Hydropower. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan aliran air sungai tanpa perlu daerah genangan luas.  

Menurut Hadi Susilo, berdasarkan prinsip kerja tersebut maka pembangunan PLTA Batang Toru tidak menyebabkan banjir di wilayah hilir. Secara historis banjir di wilayah hilir telah terjadi sejak sebelum adanya pembangunan PLTA Batang Toru. Sejak lama sebelum ada rencana pembangunan PLTA Batang Toru wilayah di Kawasan hilir ada siklus mengalami debit air yang meningkat di Sungai Batang Toru.

Kelestarian Orangutan
Pembangunan PLTA Batang Toru mengadopsi praktek terbaik yang dipersyaratkan. Dalam hal ini PLTA Batang Toru melakukan juga studi populasi orangutan dan satwa liar lainnya berkoordinasi dan dipandu Balai Litbang LHK dan BBKSDA. Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap satwa liar.

Proyek berada di areal penggunaan lain (APL) pada ketinggian di bawah 436 m dpl, sedangkan habitat utama orang utan di Kawasan konservasi dan hutan lindung pada ketinggian di atas 600 m dpl.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap individu orang utan yang mungkin lewat (menjelajah) wilayah sekitar proyek perusahaan melakukan langkah-langkah mitigasi di antaranya, memberlakukan kebijakan “zero tolerance” terhadap kepemilikan satwa liar kepada semua pekerja dan tamu, memberikan panduan perilaku jika berjumpa satwa liar di lokasi proyek, memantau sepanjang hari keberadaan satwa liar di lokasi dan memberlakukan mekanisme, “Stop work procedure” apabila keberadaan satwa membahayakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perusahaan melaporkan dan berkoordinasi dengan BBKSDA apabila diperlukan tindakan terhadap satwa liar, serta membangun jembatan arboreal untuk memfasilitasi satwa arboreal melintasi areal terbuka akibat proyek. (red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html