loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Ratusan Umat Hadiri Tabligh Akbar Gusnur di Masjid Agung Binjai

Tim Redaksi: Kamis, 08 November 2018 | 22:39 WIB

Ustadz Gusnur menyampaikan tausiah kepada ratusan umat di Masjid Agung Binjai
BINJAI|Ratusan umat islam menghadiri tabligh Akbar sekaligus Safari Dakwah Ustadz Gusnur di Sumatera Utara yang diadakan di Masjid Agung Binjai,  Kamis (8/11/2018) malam.

Dengan Tema " Antara Dosa Bencana dan Kepedulian " Tabligh akbar dihadiri  Binjai Kompol Amir Muslim,  Kapolsk Binjai Utara,  Kapolsek Binjai Timur Sahala Harahap dan para Ormas Islam se Kota Binjai.

Ustadz Gusnur dalam tausiahnya menyampaikan tentang terjadinya gempa dan tsunami di Palu,  Sulawesi Tengah kalau secara logika BMKG mengatakan pergeseran lempengan Bumi.

" Tapi kenapa lempengan bergerak karena allah yang perintahkan. Yang menyebakan bencana itu terjadi karena oknum rakyat,  oknum polisi, dan Rezim yang nakal ini belum selesai masih ada bencana yang lainya. Selain itu yang Menyebabkan bencana ini karena oknum rakyat,  oknum polisi, Walikota,  Gubernur dan Rezim yang makar dengar suara azan masih sibuk didepan leptop,  ada juga yang sibuk dagang Allah marah, " katanya.

Bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia ini belum seberapapun mungkin akan ada lagi bencana alam yang lebih besar lagi di Pulau Jawa.

" Bencana alam yang  terjadi di Palu, Lombok, Bali, Madura dan lain ini belum seberapa ada yang bencana yang lebih 5 kali besar akan terjadi di Jawa, " katanya.

Dia juga mengataka kalau dua jam sebelum gempa ada remaja di Palu buat status di Facebook kok dari dulu gempa melulu tsunami dong, Dua minggu sebelum gempa ada Politikus Partes Nasdem menulis di facebooknnny mesti stunami menerpa Palu aku tetap pilih pak De,  alam di buat main-main.

" Kalau ada yang nanya saya pilih siapa dalam pemilihan presiden saya bilang rahasia, ngomong politik dimasjid tidak apa apa tapi jangan rasis dan radikal, " katanya.

Gusnur juga mengatakan kalau hidup ini harus berdaulat, berdaulat dalam kemiskinan, berdaulat dalam kekayan dan berdaulat dalam penderitaan.

"Berdaulat dalam kemiskinan miskin tapi ada haraga diri tak bisa disuap, Berdaulat dalam penderitaan kalau peribadi mu dihina maafkan orang yang menghina tapi kalau agama dan tauhidmu dilecehkan jangan diam ini tiket ke surga, " ucapnya.

Gusnur menambahkan ketika beberapa hari Palu dihantem musibah masih ada ribuan mayat dan masih banyak orang kelaparan ternyata rezim berpesta di Bali kita doakan agar semua tobatan nasuha.

Gusnur juga menceritakan tentang Banser yang melaporkan dirinya ke Polda Sulsel yang mengatakan dirinya seorang yang memperbelah bangsa dan provokator

" Ada sekelompok banser demo ke kantor Polda Sulsel katanya saya memecah belah bangsa, provokator  mereka bawa foto saya mulutnya di lakban pada hal tidak ada ceramah saya memperbelah bangsa saya tidak pernah jual jalan tol dan bandara kok saya di tuduh memperbelah bangsa ini, " jelasnya.

Tabligh akbar di akhiri dengan pengutipan infak untuk pesantren dan masjid di Palu Sulawesi Tengah.  (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html