Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pak Gubsu, Jalan Provsu di Palas Belum Bermartabat

Tim Redaksi: Rabu, 14 November 2018 | 14:58 WIB

 Satu titik badan jalan Provsu di Palas yang rusak parah dan belum bermartabat.

PALAS│Hingga menjelang akhir tahun 2018, kondisi dan keadaan badan jalan Provsu yang terbentang sepanjang daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), sampai kini masih amburadul dan belum bermartabat.

Pantauan wartawan, hingga Rabu (14/11/2018), sejumlah titik-titik vital pada ruas badan jalan Provsu di daerah ini masih terbilang rusak parah, mulai dari perbatasan Palas-Rohul, Riau hingga perbatasan Palas-Paluta. Begitu juga kondisi badan jalan Provsu di Simpang Sosa II hingga ke Papaso, serta badan jalan Provsu Sibuhuan-Sosopan, yang kian membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD KNPI Palas, Risman Hasibuan menyatakan, keadaan buruknya sarana infrastruktur badan jalan Provsu yang masih rusak parah ini, tentu berdampak pada tidak bermartabatnya daerah Palas ini.

"Pak Gubsu, kami sampaikan, sampai kini kondisi badan jalan Provsu di daerah kami Kabupaten Palas ini belum bermartabat. Bagaimana masyarakat di Palas bermartabat bila kondisi jalannya tidak bermartabat," ujarnya.

"Perlu diketahui Pak Gubsu, pada saat Pilkada Gubsu yang lalu, masyarakat Palas secara mayoritas memberikan 82,6 % suaranya untuk kemenangan Pak Gubsu. Untuk itu, kami menagih janji Pak Gubsu yang mengusung visi misi Sumut Bermartabat agar mewujudkan daerah Palas yang bermartabat dengan memperbaiki kondisi badan jalannya," ungkapnya.

Senada itu, Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Palas, Sahala Hasibuan menyataan, jalan adalah urat nadi perekonomian masyarakat dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat di satu daerah.

"Bila kondisi badan jalan Provsu di Kabupaten Palas baik dan bagus, tentulah akan mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat di daerah Palas, yang mayoritas berprofesi sebagai petani," ucapnya.

"Namanya petani, tentu sangat mengharapkan kondisi badan jalan yang baik dan bagus untuk akses angkutan hasil pertaniannya. Bilan jalannya bagus, tentu biaya transportnya murah. Bila kondisi badan jalannya rusak, tentulah biaya transportnya tinggi," terangnya.

Seperti kondisi hari ini, tambahnya, harga jual buah sawit terus mengalami penurunan sejak sebulan terakhir. "Sudahlah harga sawit turun, biaya angkutnya tinggi, yakni berkisar Rp 200 hingga Rp 300 perkilogram, sesuai kondisi lapanagan kebun sawit petani," tambahnya.

Hari ini, kata Sahala, harga papan TBS sawit di pabrik kelapa sawit (PKS) di kisaran Rp 1.075 sampai Rp 1.095 perkilogram. "Itu harga di PKS, kalau dilapangan dikurangi biaya angkut Rp 200 sampai Rp 300 perkilonya. Belum lagi dipotong ongkos panennya. Jadi, yang bisa dibawa oleh petani hanya sebesar Rp 600 hingga Rp 700. Tentulah ini sangat memberatkan bagi petani di sini," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, warga masyarakat di Kabupaten Palas sangat berharap besar dan meminta kebijakan dari Pak Gubsu Letjend TNI Edy Rahmayadi agar memprioritaskan pembangunan jalan Provsu di Palas, untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat di daerah Palas.

"Bila pihak Pemprovsu merasa kewalahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas badan jalan Provsu di Kabupaten Palas. Saran kami, agar status jalan Provsu di Palas dinaikkan saja menjadi status jalan nasional," desaknya.(pls-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html