loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Massa GAMIS P.Siantar Desak Pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Dipindah ke Lokasi Strategis

Tim Redaksi: Jumat, 23 November 2018 | 21:25 WIB

P.SIANTAR|Puluhan massa yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Islam Siantar (Gamis) mendatangi Kantor DPRD Kota Pematangsiantar di Jalan Adam Malik Kecamatan Siantar Barat, Jumat (23/11/2018).

Kedatangan Gamis ke Kantor DPRD meminta bagaimana tanggapan dari pihak DPRD terhadap surat yang telah disampaikan pada Rabu tanggal 21 November 2018 lalu.

"Isi surat kami meminta dukungan ataupun tanggapan terhadap sikap keberatan dari Gamis yang meminta pembangunan Tugu Monumen Raja Sangnaualuh dari Lapangan Haji Adam Malik ke tempat yang lebih strategis. Perlu kami sampaikan kepada semua pihak, khususnya kepada keluarga Raja Sangnaualuh bahwa kami sangat menghormati Raja Sangnaualuh. Kami juga sangat memuliakan 8 sifat luhurnya," kata Samsudin Harahap.

Delapan podah Raja Sangnaualuh Damanik, antara lain parholong (pengasih), parhorja (pelayan), pintor maruhur (jujur), pakkar (berani), iparnagodangkon (bertanggung jawab), hot paruhuran (teguh pendirian), marsipatunggungan (saling menghormati) dan patorsahon horja (membangun).

Dalam orasinya, Samsudin Harahap menyebutkan kedatangan mereka bukan menolak pembangunan tugu monumen Raja Sangnaualuh Damanik kami hanya meminta lokasi pembangunan dipindahkan dari Lapangan Adam Malik.

Setelah beberapa saat hingga selesai menyampaikan orasi, tak satupun ada Anggota DPRD yang menerima dan menanggapi massa Gamis. Akhirnya membubarkan diri selanjutnya menuju Kantor Wali Kota Pematangsiantar.

Saat melakukan aksi, tampak pengawalan dari pihak Kepolisian Pematangsiantar dan Satpol PP Kota Pematangsiantar.

Di Komplek Kantor Wali Kota, Asisten I  Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kota Pematangsiantar, Leonardo Simanjuntak didampingi Kepala BPKAD Adiaksa Purba selaku Ketua Pembangunan Tugu dan Staf Ahli Wali Kota Pardamean Silaen menerima dan mengatakan apa yang disampaikan Gamis, akan dibahas kembali dengan melibatkan elemen masyarakat dan organisasi serta keturunan Raja Sangnaualuh, Yayasan Sangnaualuh serta pihak lainnya.(JS)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html