Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ini Kata Fahri Hamzah Saat Berkunjung Ke Binjai

Tim Redaksi: Sabtu, 17 November 2018 | 16:32 WIB

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Repoblik Indonesia (DPR RI), Fahri Hamzah saat memberikan sambutan di acara ngopi bareng Garbi Binjai.
BINJAI|Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) menggelar acara ngopi bareng Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fahri Hamzah, di Koeta Radja Coffe, Jalan P Kemerdekaan, Kel. Kebun Lada, Kec. Binjai Utara,  Sabtu (17/11/2018).

Acara yang mengambil tema "Menjemput Pemimpin dan Arah Baru Indonesia" ini turut dihadiri Ketua Garbi Sumut, H Timbas Tarigan, SE, Ketua Garbi Binjai Ustadz Robin Sirait, Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz, Anggota DPRD Kota Binjai Maruli Malau, dan para kader beserta masyarakat Binjai

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Repoblik Indonesia (DPR RI), Fahri Hamzah, menegaskan bahwa di tengah-tengah tahapan pemilihan presiden (Pilpres) saat ini belum ada kontestasi yang menarik.

Bahkan, Fahri Hamzah juga menilai, percakapan yang terus berlangsung hingga saat ini merupakan percakapan maupun perdebatan kuno yang membuat masyarakat menjadi gelisah.

"Memang belum ada kontestasi yang menarik. Dan mohon maaf, saat ini percakapan yang kita lihat dan dengar merupakan percakapan kuno yang penuh dengan hujatan," kata Fahri Hamzah

Bahkan, kata Fahri, simbol-simbol pertengkaran itu membatasi ide-ide besar yang seharusnya menjadi bagian dari perdebatan tersebut. "Misalnya kita harus memikirkan atau membicarakan bagaimana mengubah nasib rakyat yang sekarang ini dalam ketimpangan luar biasa," ucap Fahri.

Fahri berharap, kepada pemimpin hadir untuk mendamaikan, mensaudarakan, serta melahitkan kecintaan terhadap satu denga lain. "Kita harus paham, bahwa perbedaan kita sebuah potensi untuk mengembangkan kreatifitas baru dan ide baru," ucapnya.

Fahri menambahkan, perdebatan yang saat ini terjadi sudah keluar dari substansi. Seharusnya, sebut Fahri, yang harus difikirkan saat ini adalah nasib ekonomi, program memberantas korupsi narkoba, dan hentikan teroris. "Bukan dibikin semakin banyak dengan simbol-simbol sengketa dan tidak ada selesainya yang diimpor dari tempat lain," tegas Fahri.(Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html