loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Forkom Umat Islam Desak Polisi Berantas Maksiat di Medan Utara

Tim Redaksi: Sabtu, 10 November 2018 | 01:01 WIB

BELAWAN - Forum komunikasi (Forkom) umat Islam se kecamatan di Medan Utara melakukan silaturahmi ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Jumat (9/11).

Pertemuan yang dihadiri Anggota DPRD Medan, M Nasir, tokoh agama, tokoh masyarakat, ustad, pengurus MUI, Kesatuan Aksi Umat Muslim Indonesia (KAUMI), FPI, FUI, Laskar Mujahidin, NU dan pengajian ibu - ibu Muslimah Wasliyah, Al Hidayah, serta Mahasiswa UIN, mendesak agar maksiat di Medan Utara diberantas.

Pertemuan silaturahmi itu disambut Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Tariono Raharja didampingi Kabag Ops, Kompol Erinal dan Kasat Binmas AKP Justar Purba bersama pejabat utama, berlangsung di Aula Polres Pelabuhan Belawan.

Ketua DPP KAUMI, H Irfan Hamidi yang menggagas pertemuan itu, tujuan silaturahmi yang mereka lakukan, mendesak agar segala bentuk kegiatan maksiat dan prostitusi di Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Belawan, untuk segera diberantas.

"Kegiatan maksiat seperti judi, narkoba dan pelaku LGBT serta tempat prostitusi seperti kafe remang - remang, semakin marak di wilayah Medan Utara, sudah sangat mengkhawatirkan. Kami dari seluruh elemen umat Islam, siap bekerja sama untuk membantu aparat kepolisian memberantas ini," tegas H Irfan.

Dijabarkan H Irfan, segala bentuk prostitusi dan makasiat, sudah berlangsung secara terang - terangan di Masyarakat. Misalnya, judi dan narkoba, sudah merambah anak - anak sekolah. Harapannya, Polres Pelabuhan Belawan harus mampu memberantas.

"Demi menjaga kedaulatan bangsa, ini semua harus diberantas, kami siap bekerja sama. Kita tahu, banyak oknum - oknum yang membekingi maksiat di Medan Utara, apabila polisi tidak mengambil tindakan, maka kami yang hadir disini, akan mengambil tindakan sendir. Untuk itu, kami tegaskan, semua bentuk maksiat segera diambil tindakan segera," ketus H Irfan.

Penegasan yang sama juga utarakan seluruh perwakilan yang hadir, pengurus MUI Medan Deli l, MUI Medan Labuhan, MUI Medan Marelan dan MUI Belawan serta ormas Islam dan mahasiswa mendesak agar Polres Pelabuhan Belawan memberantas segala bentuk maksiat.

Seluruh elemen umat Islam yang hadir, siap membantu mendampingi polisi, untuk menindak pelaku judi, narkoba dan menutup lokasi prostitusi. Apabila, pihak kepolisian tidak mampu, maka akan dilakukan tindakan turun lapangan oleh seluruh ormas Islam dengan menindak langsung praktek maksiat di Medan Utara.

"Kesimpulannya, bila ada niat dalam perbuatan, pasti dapat diberantas. Makanya, kami minta ini segera dilakukan tindakan, baik itu secara persuasif sampai pada akhir Desember 2018. Apabila keresahan di masyarakat, tidak mampu diberantas, kami akan lakukan tindakan besar - besaran dengan menurunkan puluhan ribu massa,"  ungkap H Fauzi Saunara menjabarkan keseluruhan gagasan.

Demi menjaga NKRI, kata H Fauzi, kegiatan makasiat dan prostitusi adalah bentuk kehancuran dan bencana. Dengan adanya kerja sama menindak, merupakan barometer bagi Medan Utara dalam menindak segala bentuk prostitusi dan maksiat.

Anggota DPRD Medan, M Nasir menegaskan, polisi memiliki kekuatan hukum, yang memiliki fungsi dari pemerintah untuk mewujudkan penertiban dan keamanan. Sebagai garda terdepan, polisi harus bisa bekerja sama dengan masyarakat.

"Kepedulian masyarakat, karena adanya kesadaran. Dengan kesempatan ini, mari kita bersama untuk menindak judi dan narkoba yang selama ini, tidak bisa kita pungkiri dari pembekingan oleh oknum tertentu," sebut Nasir.

Ditegaskan Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan, lembaga wakil rakyat akan mendorong, agar penegak hukum untuk lebih tegas menindak perjudian dan narkoba di kawasan Medan Utara.

"Harapan kita, dengan adanya sinergitas ini, mampu membersihkan bentuk maksiat yang kini sudah sangat meresahkan. Semoga, apa yang kita harapkan sampai Desember 2018, tidak hanya sebatas wacana," ungkap Nasir.

Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Tariono Raharjo menjawab seluruh gagasan, mengucapkan terima kasih bentuk kerja sama yang akan dilakasanakan, pihaknya akan merespon dan membenah diri secara interna, akan membentuk kegiatan operasi.

"Kami akan tekankan kepada anggota, atas kegiatan pembekingan, dengan pembenahan dan penindakan yang akan kami lakukan, akan membawa perubahan demi keamanan dan kenyamanan di Medan Utara," sebut Tariono. (Mu-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html