loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Nias Tingkatkan Kualitas Hidup

Tim Redaksi: Kamis, 01 November 2018 | 20:19 WIB



Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Nias Tingkatkan Kualitas Hidup
NIAS UTARA |Masyarakat Nias diajak dan dimotivasi oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi untuk memusuhi kemiskinan dan senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup.

"Ada keprihatinan bagi saya melihat kesejahteraan yang tidak merata. Padahal di Nias lengkap semua ada, kenapa masih miskin, ayo sama-sama kita ubah ini," ujar Edy Rahmayadi saat melakukan pertemuan dengan kepala sekolah dan guru SMK se Kepulauan Nias, di halaman SMKN 2 Tuhemberua, Kamis (1/11).

Pertemuan dengan kepala sekolah dan guru SMK se Kepulauan Nias dilakukan dalam rangka upaya Revitalisasi SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dengan visi Membangun Desa Menata Kota, Mencintai Pertanian Menuju Sumut yang Bermartabat.

Revitalisasi SMK, kata Edy, menjadi salah satu langkah dan cara untuk mengentaskan kemiskinan di Nias. SMK akan dilibatkan untuk mencetak generasi yang ahli dalam bidang-bidang tertentu dan menjawab persoalan-persoalan di tengah masyarakat Nias.

"Seperti SMKN 2 Tuhemberua, khususnya yang jurusan pertanian, harus bisa turun dan membimbing masyarakat di sekitar sekolah untuk aktivitas pertanian. Dimanfaatkan ilmunya untuk memajukan daerah kita, begitu pun dengan kejuruan lainnya," ucapnya.

Edy juga berpesan kepada guru-guru SMK yang hadir untuk menjalankan amanah dengan benar. Katanya, guru harus menghindari budaya kejar target dan memastikan para siswa terdidik dengan benar.

"Saat Hiroshima di bom, yang pertama kali ditanyakan Kaisar adalah jumlah guru yang masih hidup. Hingga kini, Jepang bangkit dan maju itu berkat guru. Itu lah betapa pentingnya peran guru itu untuk memajukan daerah. Untuk itu, Bapak Ibu, kita majukan Nias ini lewat pendidikan," ajaknya.

Edy mengatakan bahwa dirinya akan rajin untuk berkunjung ke Nias. "Saya tak melihat apapun agama atau suku bapak/ibu, yang pasti daerah teritorial saya adalah sampai ke Nias ini. Saya yang bertanggung jawab di Nias ini," tegas Edy yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis menyampaikan bahwa revitalisasi SMK bertujuan untuk memfungsikan kembali sekolah-sekolah SMK khususnya jurusan pertanian yang ada di Kepulauan Nias untuk mengerjakan dan menjadi narasumber bagi masyarakat petani di Kepulauan Nias.

"Kita bermitra antara pemerintah daerah dan provinsi. Seperti Dinas Pertanian Nias Utara yang datang kemari dan mengajar di SMKN 2 yang merupakan kewenangan provinsi, mereka datang dan menjadi penyuluh. Sinergi seperti ini lah yang harus terus kita bina, untuk mencapai tujuan-tujua yang baik," ucap Arsyad.

Sementara itu, Bupati Nias Utara M Ingati Nazara menyambut baik dan sangat mendukung program Revitalisasi SMK oleh Pemprovsu. Katanya, program ini tentunya akan membantu mempercepat target Nias Utara untuk menjadi daerah swasembada beras.

"Saat ini, luas areal pertanian Nias Utara, khususnya sawah, kurang lebih telah mencapai 3000 hektar. Dinas pertanian kita sedang memacu membuka areal pertanian di beberapa kecamatan untuk mengejar target 2000 hektar lagi, agar Nias Utara bisa menjadi daerah swasembada beras," ungkapnya.

Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Provsu Azhar Harahap, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Provsu Ria Telaumbenua, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisara Provsu Wan Hidayati, Wakil Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, OPD dan unsur forkopimda Nias Utara.

Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan SK Guru Tidak Tetap (GTT Non PNS) oleh Gubernur Edy didampingi Kadis Pendidikan Provsu Arsyad Lubis kepada 12 sekolah Kepulauan Nias jenjang SMA, SMK, dan SLB yang diterima oleh masing-masing kepala sekolah.

Tidak hanya itu, Gubernur bersama Dinas Pertanian Nias Utara juga menyerahkan bantuan berupa alat pendukung aktivitas pertanian kepada masyarakat petani dan SMKN 2 Tuhemberua. Diantaranya hand tracktor roda dua 15 unit, cultivator 6 unit, mesin pompa air 10 unit, mesin penanam padi 5 unit, alat tanam jagung 5 unit, alat semprot 5 unit, bantuan benih jagung, benih padi gogoh dan pupuk organik.(red)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html