loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Demi Modal Usaha, Suami Ajak Istri Membunuh dan Merampok

Tim Redaksi: Jumat, 23 November 2018 | 14:25 WIB

Nurhadi dan Sari, pasutri pembunuh Dufi

JAKARTA | Teka-teki pembunuhan wartawan TV Muhammadiyah, Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi terjawab dengan tuntas. Rumor yang selama ini dikait-kaitkan dengan kritisnya dia dalam memberitakan soal mobil ESEMKA, cuma hoax. Hasil penyidikan, korban murni dibunuh demi merampok hartanya.

Tragisnya, pelaku ternyata suami istri. Dengan alasan hidup pas-pasan dan butuh modal untuk mengubah hidup mereka, pasutri Nurhadi dan Sari, nekat merencanakan pembunuhan terhadap jurnalis itu dengan sandi ‘GAP’.

Kode itu sendiri menurut Nurhadi muncul spontanitas saat terbesit di benaknya untuk menghabisi Dufi demi merebut mobil Toyota Innova dan harta yang ada di tubuh korban. Rencana itu, katanya, dibicarakan mereka pada hari Kamis malam, 15 November 2018.

“Dia (Dufi-red) mengabari mau datang pada hari Jumat mau datang ke kontrakan kami (di kawasan Bogor, Jawa Barat-red). Gimana kalau misalnya kita GAP saja dia (Dufi-red),” tanya Nurhadi kepada istrinya, Sari.

Kata Nurhadi, kode GAP itu maksudnya untuk membantai Dufi lalu kemudian merampas mobil dan harta benda yang dibawa korban. “Mau mengambil mobilnya, mau dijual," kata dia.

Masih disebutkan Nurhadi, istrinya Sari tidak ada komplain soal rencana GAP Dufi. Tapi begitu pun, tersangka mengaku belum pernah mencelakakan orang atau melakukan GAP kepada orang lain sebelum-sebelumnya. "Sama sekali nggak pernah," ujar Nurhadi.

Sari juga mengaku Nurhadi lah yang punya ide untuk menghabisi Dufi. Nurhadi bertanya kepada Sari apakah setuju untuk membunuh Dufi. "Yang pertama bertanya suami. Pokoknya seingat aku, di-'gap'. Pokoknya, 'Mau kita gap nggak? " kata Sari.

"Maksud dia ('gap') tuh dibunuh. Pengertian aku (begitu)," sambung Sari polos di depan petugas.

Sari mengaku, pada malam sebelum Dufi dibunuh, dia bersama Nurhadi sempat membahas kondisi keuangan mereka. Mobil Innova Dufi rencananya akan dijual sebagai modal usaha. "Karena kita bahas keuangan, jadi pikiran aku, dia bawa mobil, mungkin nanti akan dijual, untuk usaha," tambah Sari.

Pada hari naas itu Jumat malam (17/11/2018) Dufi datang ke lokasi. Dufi kemudian dihabisi Nurhadi saat sedang berdua dengan Sari. Dufi dibunuh dengan cara dibacok. Tangan Sari juga ikut terluka akibat bacokan suaminya itu.

Sebelum berhasil bawa kabur mobil korban untuk dijual, pasutri itu keburu ditangkap tim Subdirektorat Resmob Direktoat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen, AKP Rovan Richard Mahenu, dan AKP Resa D Marasabessy.

Keduanya diringkus dekat doorsmeer sepedamotor di wilayah Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 20 November 2018 pukul 14.30 WIB. Kedua tersangka kini dalam pemeriksaan intensif di Polres Bogor. (*)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html