loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Polsek Pangkalan Susu Masih Dalami Kasus Perampokan Rp115 Juta Honor PPK dan PPS

Tim Redaksi: Minggu, 07 Oktober 2018 | 22:06 WIB

Dari mobil inilah uang itu dirampok.

LANGKAT-Polsek Pangkalan Susu, saat ini masih terus mendalami kasus dirampoknya uang ratusan juta yang akan digunakan untuk pembayaran honor dan operasional PPK dan PPS Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

"Hingga sampat saat ini kasus dirampoknya uang sebesar Rp115 juta secara paksa yang berada didalam mobil Toyota Calya putih BK-1964 PL, milik bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu di depan rumahnya Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, masih dalam penyelidikan kita ," ujar Kapolsek Pangkalan Susu AKP Selamet Riyadi ketika dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, Minggu (7/10).

Dijelaskan Kapolsek, bahkan pihaknya terus melakukan lidik lapangan guna mengungkap kasus tersebut dan juga sudah mengambil keterangan para saksinya.

"Saat ini saya bersama dengan anggota masih di lapangan dan kita juga sudah memeriksa saksi-saksi, baik saksi korban maupun saksi lainnya," jelas Kapolsek.

Bahkan Kapolsek juga mengakui sejauh ini pihaknya telah memeriksa dua lokasi CCTV yang diduga kuat bisa mengetahui para pelaku sebelum melakukan aksi mereka.

"Kita sudah memeriksa dan melihat CCTV di Bank BRI cabang Berandan dan Sei Siur dan hasilnya terlihat dua pengendara sepeda motor tampak sedang mengikuti korban, namun saat di perbesar tidak begitu jelas pelaku maupun plat kendaraan tersebut," ujar mantan Waka Polsek Padang Tualang tersebut.

Terkait adanya keterlibatan orang dalam pada kasus ini, Kapolsek Pangkalan Susu belum bisa memastikannya karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Kita belum bisa menyimpulkan adanya dugaan keterlibatan orang dalam, karena kasusnya masih dalam lidik. Untuk itu saya mohon doanya agar kasus ini cepat terungkap," harap Kapolsek.

Ketua KPU Langkat Agus Arifin, terpisah saat dihubungi wartawan via sambungan telepon seluler, Minggu (7/10) sore, mengakui pihaknya sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Provinsi.

"Kemarin, setelah menerima kabar kejadian tersebut, langsung kita laporkan ke KPU Provinsi, " ujar Agus.

Mengenai uang yang dirampok tersebut, apakah diganti oleh korban atau pemerintah, Agus Arifin belum bisa memastikannya karena masih menunggu hasil rapat.

"Kita belum bisa menyimpulkannya, karena hari Senin (8/10) akan dirapatkan terlebih dahulu," jelas Ketua KPU Langkat.

Sebelumnya di beritakan dua pengendara sepeda motor, mengambil uang sebesar Rp115 juta secara paksa yang berada didalam mobil Toyota Calya putih BK-1964 PL, milik bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu di depan rumahnya Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Jumat (5/10) pukul 12.30 WIB

Uang yang dirampok tersebut,  rencananya untuk digunakan membayar honor dan operasional PPK dan PPS Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, dimana Muya Wati (41) PNS, warga Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu, berangkat dari kantor Camat Pangkalan Susu menuju BRI cabang Brandan.

Korban pergi dengan menggunakan mobil Toyota Calya putih BK-1964 PL. Sekira pukul 10.30 WIB, korban kemudian mengambil uang di BRI cab Brandan Jalan Thamrin Pangkalan Brandan, sebesar Rp220 juta.

Uang tersebut, dimana Rp105 juta dipegang saksi Yusni dan Rp115 juta lagi dipegang korban. Kemudian pada pukul 11.30 WIB, mereka singgah untuk makan di warung pelabuhan Kecamatan Pangkalan Susu.

Ketika itu, tas dan uang masih mereka bawa turun. Kemudian pada pukul 12.00 WIB, korban selanjutnya mengantar saksi Yusni di kantor Camat Pangkalan Susu. Setelah itu korban berangkat menuju rumah di Dusun I Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu.

Setibanya dirumahnya, korban kemudian turun dan memarkirkan kendaraannya didepan rumah, bermaksud hendak membuka pintu garasi,  ketika itu tas masih tinggal dalam mobilnya.

Setelah itu korban melihat dua laki laki mengambil tas dari dalam mobilnya, sontak Muya mengejar dan sempat tarik menarik tas dengan pelaku,  namun salah seorang pelaku memukulnya hingga jatuh. Selanjutnya para tersangka kabur melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Zupiter MX  hitam. (lkt-1)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html