loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Bupati Remigo Raih Anugerah Kihajar 2018

Tim Redaksi: Sabtu, 13 Oktober 2018 | 12:04 WIB

Bupati Remigo Raih Anugerah Kihajar 2018

JAKARTA-Kerja nyata beranjak dari kecerdasan penuh keikhlasan Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, kembali berbuah kegemilangan. Dia meraih penghargaan Kepala Daerah Peduli dan Komitmen  terhadap Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk Pendidikan. Kehormatan itu diserahkan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, Ph.D, dengan didampingi Ka. Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto, Ph.D di The Sultan Hotel, Jakarta, pada Jumat malam (2018).

Prestasi ini semakin membanggakan karena sebagai satu-satunya Kabupaten di Sumatera Utara yang meraih penghargaan ini, bahkan di Pulau Sumatera, bersama Kota Bukittinggi. Selain Bupati Remigo, turut menerima penghargaan 15 Kepala Daerah lainnya dari seluruh Indonesia, serta beragam penghargaan untuk berbagai kategori bagi pelajar dan tenaga pendidik.

Bupati Remigo yang didampingi Ka. Dinas Pendidikan, Mester Padang, S.Pd, MM, beserta jajarannya, dengan wajah penuh kebahagiaan penuh rasa syukur mengutarakan bahwa capaian ini merupakan buah manis dari kerja keras bersama untuk mewujudkan Kabupaten Pakpak Bharat yang lebih baik sesuai dengan visi dan misi.

“Harus ada skenario berjenjang dalam penerapan model pendidikan berbasis TIK yang didasari atas kemampuan sekolah dalam menyerap dan mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi,” tegas Bupati.

Beliau juga menuturkan bahwa kemajuan teknologi saat ini yang luar biasa telah mengubah cara pandang dan bertindak masyarakat dalam menghabiskan waktu untuk bekerja dan mengatasi permasalahannya. Muncul paradigma baru dalam masyarakat yang mengekspresikannya dalam aktivitas kehidupan di kesehariannya sebagai impact dari kemajuan TIK, seraya mengilustrasikan salah satu aplikasi dalam urusan pendidikan di Pakpak Bharat, yaitu e-absensi.

"Memang masih banyak yang kita kejar, tapi menurut saya ini sungguh capaian yang besar, berbagai aplikasi sudah kita terapkan seperti e-absensi siswa, karena banyak kejadian orang tua itu kewalahan keberadaan anaknya. Dengan e-absensi ini orang tua tidak perlu khawatir karena bisa melihat kegiatan anaknya," sambungnya.

Sementara itu Sekjen Kemendikbud dalam kesempatan penghargaan ‘annual’ ini menyampaikan bahwa dengan TIK akan meningkatkan kinerja dan agar TIK menjadi bagian kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. “Dengan TIK, anak-anak akan mendapatkan pembelajaran luar biasa sehingga akan semakin berkembang dalam belajar,” ucapnya yang pada Anugerah Kihajar tahun 2018 ini mengangkat tema ‘Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0’. (rel)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html