loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Anggaran Dinilai Terlalu Besar, Jokowi Tepis Pernyataan Rizal Ramli

Tim Redaksi: Senin, 08 Oktober 2018 | 17:19 WIB

Presiden Jokowi (int) 


MEDAN- Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menepis pernyataan dari mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli yang mengatakan jika anggaran Rp 830 miliar untuk menggelar pertemuan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank terlalu besar.

Jokowi menilai dari digelarnya pertemuan IMF-World Bank banyak hal positif yang didapat oleh Indonesia.

"Ini yang perlu saya sampaikan bahwa annual meeting sebesar itu 15 ribu yang datang jadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak, paling tidak memberikan citra baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Jokowi di Medan, Senin (8/10/18).

Jokowi yang hadir dalam Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) itu juga menyebut jika anggaran yang untuk pertemuan IMF-World Bank sebagian digunakan dalam pembangunan infrastruktur di Bali. Di mana anggaran itu dipakai untuk memperluas tempat parkir pesawat (apron) di Bandara Ngurah Rai, Bali.

"Anggaran itu dipakai untuk memperluas apron di Bandara Bali. Dipakai untuk membuat terowongan persimpangan (underpass) yang ada di Bali, sehingga tidak macet. Artinya itu juga nanti setelah ini akan kita gunakan terus. Terowongannya juga akan digunakan terus, kemudian apron untuk parkir pesawat juga dipakai bukan sesuatu yang hilang," ujar Jokowi.

Digelarnya pertemuan IMF-World Bank di Bali diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempromosikan pariwisata di Indonesia ke dunia.

"Bahwa mereka (peserta) membiayai dirinya sendiri. Hotel, dan makan juga biaya sendiri. Kita harapkan justru akan memperkuat promosi untuk Bali dan tempat wisata yang ada di Indonesia. Sama ini kok seperti pertemuan-pertemuan besar yang lain, jadi rebutan semua negara," jelasnya.

Tidak sampai di situ, Jokowi juga menuturkan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pertemuan IMF-World Bank. Menurutnya, sampai saat ini pertemuan IMF-World Bank yang dijadwalkan 8-14 Oktober di Bali sudah pada posisi yang siap.

Sebelumnya, Tim Ekonomi Prabowo-Sandi, Rizal Ramli menilai biaya pertemuan itu terlalu besar. Apalagi, kata dia, Indonesia tengah diliputi bencana seperti gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Rizal Ramli mendesak pemerintah agar melakukan sejumlah penghematan anggaran pertemuan IMF-World Bank untuk kemudian dialihkan membantu warga terdampak bencana di Sulawesi dan Lombok.(dra). 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html