loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

PT KAI Tutup Akses Jalan Secara Sepihak, Warga Binjai Kecewa

Tim Redaksi: Selasa, 11 September 2018 | 21:13 WIB

Salah seorang warga menunjukkan portal pembatas jalan yang dipasang PT Kereta Api Indonesia (KAI)
BINJAI-Warga yang berada di jalan Danau Baratan Kelurahan Sumber Mulyo Rejo Kecamatan Binjai Timur kecewa dengan tindakan PT Kereta Api Indonesia (KAI)  yang memasang portal pembatas jalan di sekitar rel kereta api tanpa pemberitahuan kepada warga.

Informasi yang dihimpun wartawan portal pembatas jalan  sudah dipasang sejak 6 bulan yang lalu, akibatnya warga sekitar tidak bisa melewati jalan tersebut.

Kecewa dengan pemasangan portal pembatas jalan yang dilakukan  PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut warga melaporkan hal tersebut kepada ketua DPRD Zainuddin Purba dan anggota DPRD Binjai dari fraksi Golkar Hj Norasiah.

Mendapat laporan warga tersebut ketua DPRD Zainuddin Purba dan Hj Norasiah hadir langsung meninjau lokasi pemasangan portal pembatas jalan tersebut. Dirinya juga mengundang kepala Disuhub Kota Binjai Syahrial.

Zainuddin Purba ketika diwawancarai wartawan meminta kepada kepala dinas Perhubungan Kota Binjai agar menyurati PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait pemasangan pembatas jalan tersebut.

" Dinas perhubungan harus menyurati PT KAI. Dua hari harus sudah ada sikap apakah penghalang jalan ini dibuka atau tidak," katanya.

Zainuddin Purba atau yang kerap disapa Pak Uda ini juga mengatakan tidak ada hak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan penutupan jalan. " Tidak ada hak PT KAI untuk menutup jalan ini. Kalau mereka tidak mau membukanya ya kita buka aja," tegasnya.

Sementara itu Rizki salah seorang warga ketika diwawancarai wartawan, Selasa (11/9/2018) mengatakan semenjak dipasangnya portal pembatas jalan tersebut warga terpaksa memutar ketika akan melewati jalan tersebut.

"Ya seperti inilah kondisinya. Orang mau melintas pun susah jadinya. Gak ngerti kita apa maksudnya dilakukan seperti ini sama PT KAI. Kasian anak-anak yang mau pergi sekolah. Kalau yang naik sepeda motor masih bisalah dipaksakan melintas tapi kalau yang naik mobil harus keliling jauh lah," ucapnya (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html