Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

PT Tapian Nadenggan Didemo Masyarakat Paluta Lagi

Tim Redaksi: Selasa, 21 Agustus 2018 | 10:12 WIB

PALUTA-Akhirnya Ratusan warga Halongonan Timur ( Haltim ) bergabung dengan mahasiswa dan 9 Desa memblokade seluruh jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) PT Tapian Nadenggan Langga Payung. Kec Halongonan Timur Kab Padang Lawas Utara.


 Aksi tersebut yang mengatasnamakan " Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu"  turun yang ke 3 kali ini, Karena tak ada titik temu antara pihak manajemen dan masyarakat, akhirnya masyarakat mulai membuat tindakan yaitu memblokade jalan menuju ke PKS.dan bakar ban di depan pintu gerbang PKS.( Pabrik Kelapa Sawit ) tadi Selasa 21/08/2018.


Sebelumya, sempat terjadi dorong ,- dorongan dengan pihak kepolisian di depan kantor PT Tapian Nadenggan, pemicunya karena pihak manajemen perusahaan tak mau keluar memenuhi keinginan masyarakat. 


Kericuhan tersebupun dapat diatasi oleh pihak polisi melalui Kapolsek AKP Kasmir Sitanggang dan Ipda E.Tampubolon secara sportif.


Berselang itu, Pihak Perusahanpun datangi menjumpai para pengunjuk rasa melalui Pihak kepolisian dan menyampaikan serta mengajak perwakilan dari pengunjuk rasa untuk berunding dengan Pihak Perusahaan di dalam kantor.

Namun hal itu ditolak oleh demontran.


" Kalau mau berunding ayo kita di halaman PTTN  aja, tidak usa di kantor biar masyarakat bisa menyaksikan" ujar Habibi P Harahap.


"Kita sudah siapkan meja di halaman pabrik pttn dan apabila pihak pttn tidak mau berunding disana kita akan memblokade seluru aset PTTN" sambung Habibi.


" Kami tidak mau berunding dirumah penjarah aset , kami mau berunding diluar sini " . Ujar Abibi P Harahap


Jika hal ini tak dipenuhi, maka kami bersama masyarakat akan memblokade seluruh jalan menuju PKS.pungkas Abibi P Harahap.


Pengamatan.Aksi tersebut tak dapat solusi, sehingga seluruh masyarakat secara spontan menuju ke pintu gerbang PKS ( Pabrik Kelapa Sawit ), memblokade seluruh jalan menuju PKS dan membakar Ban di depan pintu gerbang PKS.


Akibatnya,tak sedikit truck sawit tak bisa masuk ke PKS begitu juga Mobil Tangki SPO pun saat ini tak bisa beroperasi.


Berselang sekitar 1 jam camat Haltim yaitu Mahyudin Harahap dan Polsek Padang Bolak AKP Kasmir Sitanggang guna memediasi  antara kedua belah pihak , pihak manajemene PT Tapian Nadenggan  pun keluar dari singgasananya untuk dialog dengan masyarakat namun tak bisa memberikan keputusan terkait apa yang mereka tuntut. Sedangkan Massa tersebut menuntut antara lain.


-Putra - putri daerah secepatnya direkrut sebanyak-banyak nya untuk bekerja di PTTN.


-Merealisasikan Kebun Plasma dari Kebun inti.


- Merealisasikan CSR secara rutin Berkelanjutan: Pendidikan (beasiswa berprestasi),  kesehatan (posyandu),  infrastruktur jalan sarana dan prasarana umum.


- tim bantuan luar yang disewa seyogianya menjaga kedaulatan NKRI dan objek vital negara secepatnya dikembalikan kepangkuan ibu pertiwi.


-Penanaman budidaya kelapa sawit yang dilakukan PTTN yang berada di daerah aliran sungai agar langsung ditebangi sesuai dengan ketentuan.

Kontraktor /rekanan lokal jangan hanya sebagai pelengkap.


Hingga berita ini disiarkan, masyarakat hingga saat ini masih bertahan di depan pintu gerbang Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ).


Adapun aksi tersebut dikoordinir oleh .Abibi P Harahap ,Hendra Ibrahim Siregar . Nuhamir Tanjung .Asrin Rambe dan Jahinuddin Harahap.( GNP ).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait