loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Adik Kandung Sekdako Binjai Dipolisikan

Tim Redaksi: Kamis, 02 Agustus 2018 | 23:11 WIB

Laporan tanda bukti pengaduan
Adik kandung Sekretaris Daerah Kota Binjai Mursadiq Daulay di laporkan ke Mapolres Binjai terkait  dugaan tindak pidana penggelapan Sertifikat Tanah milik Nilwan Sahputra (42) warga Jalan T Imam Bonjol, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota.

Tindak pidana dugaan penggelapan tersebut dilaporkan ke Mapolres Binjai berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan Polisi Nomor 195/VII/2018/SPKT C Res Binjai.

 "Mulanya ‎saya mengurus SK Camat. Diurus SK Camat, setahun yang lalu. Bayar Rp5 juta untuk pengurusan SK Camat tanah saya yang berada di depan rumah," kata bapak empat anak ini, Kamis (2/8/2018).

 Menurut dia, Camat Binjai Kota Erni Siswati mengajak pelapor untuk meningkatkan surat tanah dari SK Camat menjadi sertipikat. Kata korban, cukup merogoh kocek sebesar Rp20 juta untuk pengurusan Sertipikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Binjai.

 Uang sudah diberikan hingga kini tak kunjung dikeluarkan Sertipikat tanahnya.‎ Menurut dia, uang Rp20 juta itu diserahkan kepada Sekcam Binjai Kota Mursadiq Daulay yang merupakan adik kandung Sekretaris Daerah Kota Binjai Mahfullah Daulay.

 "Uangnya (Rp20 juta) diserahkan setahun lalu. Tapi sampai sekarang, Sertipikat itu belum keluar. Mereka yang nawarkan diri untuk naikkan Sertipikat tanah tersebut," kata dia.

 Dia mengaku, sudah berulang kali mendatangi oknum ASN tersebut. Bahkan, sudah bertanya juga kepada Erni. Tapi, korban tak mendapatkan surat tanah ukuran 14x30 meter yang masih berstatus SK Camat tersebut.

 "Berkasnya masih sama dia, saya pun ‎sudah bingung ini. Uang yang diterima Mursadiq diketahui oleh Camat," tukasnya.

Sementara, ‎Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno membenarkan adanya laporan tersebut. Dalam laporan tersebut, korban merasa dirugikan dengan nilai Rp20 juta.

 "Kami sudah panggil dua kali dia (terlapor). Tapi enggak datang. Panggilan ketiga ini akan dijemput paksa kalau tidak datang," pungkasnya. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html