loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Samijo Sukabumi Buat Gerakan Bersih-bersih Masjid

Tim Redaksi: Rabu, 25 Juli 2018 | 19:50 WIB

Samijo Sukabumi
Santri militan Jokowi (Samijo) Sukabumi menggelar aksi bhakti sosial berupa bersih-bersih masjid. Koordinator Relawan Samijo Sukabumi, Sahdan Maulana menjelaskan, para relawan kini tengah membersihkan masjid di antaranya Masjid Babbuttaubah Kampung Cikaret, Masjid Jami al-Baiturrahman Kampung Nyalindung, Masjid al-Andalus, Masjid Nurul Ikhlas, Masjid Arrahmat, Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Masjid Al-Fathonah Kampung Pasir Malang, Masjid Al-Imam Muslim Kampung Cimenteng, Masjid Cikujang Kampung Karang Gantung, dan Al-Istiqamah Kampung Babakan Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunung Guruh.

"Ini rangkaian dari kegiatan sebelum dzikir-doa bersama," kata Sahdan saat ditemui di lokasi, Selasa (24/7). Ia menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini telah memperoleh dukungan dari pengurus masjid. "Jadi kegiatan ini murni dari keinginan para relawan dan telah meminta masukan para tokoh masyarakat termasuk ulama setempat," ujarnya.

Sementara acara dzikir dan doa bersama Samijo Sukabumi, berlangsung Rabu (25/7), bertempat di Pondok Pesantren Salafy Al-Fathonah yang diasuh oleh KH Ridwan Subagja, Kampung Pasir Malang, Pelabuhan II KM 10, Desa Kebon Manggu, Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan di lokasi tersebut diawali dengan aksi bersih-bersih masjid. Sementara dzikir dan doa bersama mengangkat tema “Teruslah Bekerja Pak Jokowi Demi Indonesia Raya.”

Samijo Sukabumi menilai selama kepemimpinannya Jokowi lebih mengedepankan sikap ketimbang omongan. Hal itu yang menurutnya dilakukan oleh Jokowi merealisasikan program-program kerja pemerintah. Di lain sisi, lanjut dia, ketika Jokowi dituduh anti ulama, anti Islam, faktanya Jokowi justru terus-menerus bersilaturahmi dengan para ulama, mengunjungi masjid dan pesantren.

“Ini memperlihatkan bahwa Pak Jokowi menyadari, dalam menjaga bangsa dan negara, terkhusus menjalani roda pemerintahan, sangat penting terbangun hubungan yang harmonis antara ulama dan umaro,” papar Sahdan.

Dalam kesempatan bincang malam  KH Ridwan Subagja, pengasuh Pondok Pesantren Salafy AlFathonah, Kampung Pasir Malang, Pelabuhan II KM 10, Desa Kebon Manggu, Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. (selasa, 24/7) mengatakan, Samijo adalah bagian dari ekspresi mulia, menyempurnakan ikhtiar untuk mengawal keselamatan bangsa dan negara, yang dilakukan oleh santri.

“Yang harus diperhatikan oleh gerakan Santri  Militan  Jokowi (Samijo) ini, bukan hanya kata-kata. Di situ ada militansi tapi tidak militan. Dipicu oleh semangat adik-adik santri dalam Samijo, saya sangat mendukung,” Ridwan Subagya menambahkan. Apresiasi terhadap kiprah santri dirasakan di era pemerintahan Jokowi,  dengan memutuskan adanya Hari Santri Nasional. Jadi wajar saja jika para santri membalas kebaikan politik Pak Jokowi dan mengawal kepemimpinan beliau.

Terkait dukungan Samijo terhadap Jokowi, Ridwan menambahkan bahwa hal tersebut bukan berlebihan. “Semestinya memang kita lakukan sama-sama, karena faktanya, dengan tiga menjelang empat tahun, kalau memandangnya dengan ihklas Pak Jokowi sudah berbuat banyak melebihi waktu penguasaan beliau saat ini. Beliau sudah buktikan itu dengan pembangunan infrastuktur dan lain-lain.

“Secara spesifik, saya sebagai agamawan, pengasuh pesantren, amat terwakili dengan kebijakan Pak Jokowi, keberpihakan Pak Jokowi kepada ke umat, keberpihakan kepada pesantren, apresiasi Pak Jokowi terhadap ulama, itu sudah terlalu banyak untuk dikatakan. Dalam hal yang tidak prinsip misalnya, Presiden Jokowi mengenakan sarung, itu saja membuat tersanjung bagi kalangan ulama,” ujar Ridwan Subagya.

Hal yang fundamental mengapa Jokowi harus melanjutkan kepemimpinannya, tambah Ridwan, “Di tengah arus radikalisme keagamaan, ada kecenderungan ruang publik sekarang ini dikuasai oleh kaum-kaum intoleran. Kalau kaum radikal atau radikalisme sekuler, apa jadinya negara ini. Alhamdulillah Pak Jokowi bisa mengelola hal itu dengan baik.”

“Menjaga harmoni kebangsaan itu tidak gampang. Sosok Pak Jokowi masih bisa dipegang bahwa garansi untuk menjaga kestabilitas negara ini ada di Pak Jokowi, harapan besar negara bisa lepas dari belenggu sekularisme di satu sisi dan tersandera oleh arus-arus rdikalisme keagamaan, barangkali ini alasan mendasar kenapa Samijo hadir. Mudah-mudahan Samijo bisa ikut  berkontribusi untuk mengawal Pak Jokowi di periode kedua ini,”tegas Ridwan.

“Insya Allah kita bersinergi berjuang bagaimana bangsa ini keluar bukan hanya keluar dari masalah tapi menemukan jati dirinya kembali, menemukan kejayaannya kembali. Khusus santri yang tergabung dalam Samijo ini, saya doakan biar tambah ihklas, tambah kerja keras, semoga bisa tercapai target yang dicita-citakan, untuk NKRI harga mati dalam ridlo Allah SWT,” tutup KH Ridwan Subagja.(alois)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html