loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Bupati Remigo Hadiri Pesta 'MNDGGR URUK' Marga Boangmanalu

Tim Redaksi: Selasa, 24 Juli 2018 | 15:53 WIB

Hadir
Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, MBA, M.Fin bersama Ketua dan Pimpinan DPRD Pakpak Bharat beserta seluruh pimpinan OPD menghadiri acara Pesta Budaya Pakpak “Mndggr Uruk” Marga Boangmanalu yang di laksanakan di Kuta Payung, Desa Boangmanalu, Jl. Sikadang Njandi, Salak, Selasa (24/7).

Dalam sambutannya, Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini dapat memperkokoh hubungan silaturahmi dan keluarga, tidak hanya di kalangan marga Boangmanalu, namun juga bagi seluruh Marga yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.” tutur Bupati.

“Pesta Budaya Pakpak yang dilaksanakan hari ini, merupakan bagian dan komitmen kita bersama untuk menyuburkan budaya yang kita miliki. Setiap budaya mampu menjadi perekat yang kuat, bukan saja antar anggota sebuah komunitas, tetapi juga dengan kelompok masyarakat lainnya,” jelas Remigo.

Masih menurut Remigo, Marga Boangmanalu merupakan bagian dari komponen masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat khususnya Kecamatan Salak maka dari itu dibutuhkan kerjasama yang baik untuk membangun Kabupaten Pakpak Bharat.

Pesta
"Keberhasilan dan suksesnya pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat tidak akan dapat terwujud, apabila tidak didukung adanya rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara seluruh lapisan masyarakat,” jelas Remigo.

“Mari kita bersatu padu, hilangkan cian ate (rasa iri-red) sehingga Suku Pakpak yang mendominasi di Kabupaten Pakpak Bharat bisa selevel dengan suku-suku lain yang ada di Indonesia," tambahnya.

Dalam acara “Mndggr Uruk” ini juga dilakukan pengukuhan Pengurus Sulang Silima Marga Boangmanalu. Upacara Mndggr Uruk merupakan salah satu upacara yang dapat dikategorikan sebagai upacara disekitar perkampungan, yaitu upacara yang dilakukan sebagai permohonan kepada Tuhan untuk selalu diberkati dan dijauhkan dari bahaya. Pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini adalah sebagai berikut : masyarakat kuta, pertaki, sukut, si baso, persinabul, pemukul gendang, pelayan (perkebas), juga harus melibatkan unsur sulang si lima, yaitu : sinina, berru dan puang. (rel)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html