Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

THR Orangtua Terancam, Puluhan Anak Buruh PT Kelambir Jaya Gelar Aksi Pasang Poster

Tim Redaksi: Jumat, 08 Juni 2018 | 20:06 WIB




Deliserdang - Puluhan anak - anak dari buruh PT Kelambir Jaya melakukan aksi pasang poster didepan pintu gerbang perusahaan di Jalan Kelambir V, Tanjung Gusta, Kecamatan  Sunggal.

Informasi diperoleh pada Jumat (6/8), puluhan anak- anak ini terancam tidak bisa menikmati suasana lebaran Idul Fitri 1439 H dikarenakan orang tua mereka diduga tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) karena sedang melakukan aksi mogok kerja memperjuangak hak para buruh.

Ratap wajah sedih dan pilu mewarnai aksi anak anak buruh pabrik pengolaan kertas sembahyang, mereka berteriak lantang meminta Presiden Jokowi dan Menteri Tenaga Kerja turun langsung ke PT Kelambir Jaya. "Pak Jokowi dan Pak Hanif, tolong lihat nasib orang tua kami, kami tidak bisa lebaran tahun ini, kami sedih, kami minta pekerjakan kembali orang tua kami dan berikan THR orang tua kami," teriak para anak buruh.

Berbagai poster dipampangakan anak - anak ini, diantaranya poster bertuliskan "Kepada Yth BapaK Jokowidodo, Tolong Berikan THR Orang Tua Kami Agar Kami Bisa Beli Baju Lebaran dan Merasakan Lebaran Tahun ini" tampak diusung para anak - anak ini.

Aksi mogok kerja para buruh pabrik pengolaan kertas sembahyang yang sudah melakukan aksi nginap selama 42 hari lamanya belum juga ada kejelasan.Aksi ini menuai keprihatinan kalangan buruh Sumateta Utara. 

Willy Agus Utomo yang merupakan  Ketua Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara (FSPMI Sumut) menyampaikan rasa prihatinnya. Dirinya pun meminta agar kasus THR buruh PT Kelambir Jaya di utamakan, agar anak - anak buruh bisa merayakan lebaran seperti anak - anak buruh yang lainya.

"Miris, pemerintah khususnya Disnaker Sumut dan Deliserdang harusnya tegas, THR buruh harus di utamakan jelang lebaran ini, jadi anak - anak itu tidak minder saat lebaran nanti," ketus Willy.

Willy  pun  mengutuk sikap pengusaha PT Kelambir Jaya yang dinilainya tidak punya hati nurani, Menurutnya sebanyak 222 orang buruh di PT Kelambir Jaya tersebut telah di PHK sepihak dengan alasan mengundurkan diri, padahal para buruh masih mau  bekerja.

"Para buruh itu sudah bekerja rata rata  belasan tahun, sudah banyak menguntungkan pengusaha, jangan sewenang wenang lah sama buruh," terang Willy yang juga Koordinator Posko Pengaduan THR Buruh FSPMI Sumut ini.

Lebih lanjut, Willy mengatakan, agar kasus buruh PT Kelambir Jaya menjadi perhatian pemerintah pusat, dalam hal ini menterti tenaga kerja, Karena dirinya menduga PT Kelambir Jaya di bekingi oknum - oknum pemerintah setempat.

"Kita duga ada oknum orang kuat yang bekingi perusahaan, dan ini masalah besar sebenarnya di dunia perburuhan, ada ratusan buruh yang aksi menginap berbulan - bulan depan pabrik, tapi tidak ada perhatian pemerintah setempat, kita minta agar Menteri Tenaga Kerja turun menyelesaikan kasus buruh PT Kelambir Jaya," jelasnya.(manahan)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait