loading...

Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

loading...

Selain 7 Sekeluarga, Pasutri Asal Binjai Ini Juga Jadi Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba

Tim Redaksi: Jumat, 22 Juni 2018 | 19:19 WIB




Selain tujuh orang sekeluarga yakni Burhanuddin (50) Fahrianty (48) Dedi Handriam, (23) neneng nur ainun (19) Maya Oktavianty (17) Dika Ferdian (9) dan menantu yani (20), ternyata ada pasangan suami istri lagi warga Kota Binjai yang dikabarkan menjadi korban.

Dia adalah Doni Septyawan (28) dan istrinya Ariansa (26) warga Jalan Datuk Bakar kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota ini dikabarkan ikut dalam KM Sinar Bangun yang karam di Danau Toba, Senin (18/06/2018) lalu.

Awak media mencoba mendatangi rumah pasutri yang dikenal ramah dan murah senyum itu. Saat tiba di rumahnya,mendapati rumah semi permanen itu dalam kondisi terkunci dengan lampu masih menyala. Tidak tampak aktivitas orang di dalam rumah.

Menurut tetangganya, selama ini korban  biasanya berjulan kerang di Pasar Tavip, tinggal bertiga di rumah itu dengan sang Istri dan anaknya, yang berusia 8 bulan.

Beberapa tetangga mengaku tahu kalau Doni Septyawan (28) dan istrinya Ariansa (26) menjadi korban KM Sinar Bangun, semenjak hilangnya kontak dan di sosmed beredar berita kalau pasutri itu ikut menjadi korban.

Abdul Muluk (56), yang juga kakek korban ini mengakui, selama Doni ikut menjadi penjual kerang dengan Saleh (sang Ayah) dikenal orang yang gigih.

"Doni juga dikenal sebagai pria yang ramah, baik kepada keluarga maupun warga lainnya." ungkapnya, Jum'at (22/06/2018) siang.

Muluk menerangkan, Doni bersama istrinya, Ariansa dan anaknya, serta Ibunya berangkat pulang kampung ke Pematang Siantar tepat pada lebaran kedua, tepatnya Sabtu (16/06/2018) lalu.

Pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB, Doni menititipkan anaknya ke sang Ibu karena akan pergi wisata ke Danau Toba bersama Istri dan adiknya.

"Mereka berangkat waktu itu menggunakan sepeda motor. Keluarga juga sudah mencoba menghubungi Doni melalui telepon genggamnya namun tidak tersambung," katanya.

Menurutnya, kedua orang tua kandung korban saat ini berada di Tigaras untuk ikut melacak keberadaan anak dan menantunya tersebut.

“Kami merasa kehilangan. Kami berharap beliau bisa ditemukan, walaupun kondisi meninggal ataupun hidup. Kami juga mendoakan beliau dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran, karena hidup dan mati adalah urusan Tuhan,” terangnya.(hendra)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html