Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Bupati Karo Lantik Pengurus DPP Lakonta di Berastagi

Tim Redaksi: Minggu, 24 Juni 2018 | 19:30 WIB

Bupati Karo Lantik Pengurus DPP Lakonta di Berastagi



KARO-Bupati Karo Terkelin Brahmana melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Adat dan Budaya Karo (Lakonta) didampingingi Dewan Penasehat, AKBP Heppi Karo-Karo SE, Dr Yakup Ginting SH CN MKN dan Prof Paham Ginting disaksikan Wakil Bupati Karo Cory Sriwati Sebayang dan seluruh Forkopimda Kabupaten Karo, Sabtu (23/6) di Gedung Kesenian Taman Mejuahjuah Berastagi.

Dr Yakub Ginting SH CN MKn tampil sebagai narasumber didampingi moderator Berlian Br Tarigan SH MH pada seminar budaya dengan topik “Pesan Etika Moral dalam Budaya Adat Karo”. Dikatakan Yakub, perkembangan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi telah menimbulkan pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat yang pada giliranya akan mempengaruhi kebudayaan. Akan tetapi dalam masyarakat tertentu (Karo-red) masih ada nilai-nilai budaya yang tetap hidup lestari. Namun ia berpendapat bahwa perlu dilakukan antisipasi atas kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak mengikis nilai-nilai budaya Karo tersebut.

“Perlu dilestarikan dan disosialisasikan nilai-nilai etika dan moral yang didapat dalam budaya Karo kepada masyarakat Karo khususnya generasi muda,” kata Yakub Ginting yang juga Hakim Agung Mahkamah Agung RI.

Menurutnya, dalam budaya adat Karo terkandung banyak nilai etika dan moral yang mengatur tentang tingkah laku serta cara berpikir yang baik dan bermanfaat jika diterapkan dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Lebih jauh disampaikan, bahwa menurut hasil penelitian Belanda, suku Karo bersifat demokratis, karena itu Belanda memberi nama Karo Demokrat Republikan. Menurutnya bahwa dari seluruh suku-suku jajahan Belanda di Asia-Afrika, suku Karo lah yang paling demokratis.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana seusai melantik Pengurus DPP Lakonta mengajak Pengurus Lembaga Adat dan Budaya karo (lakonta) agar dapat menjadi panutan yang dapat membimbing dan mengarahkan masyarakat serta menjadi garda terdepan dalam memberikan sumbangan pikiran secara pro aktif demi kemajuan Kabupaten Karo. Lembaga Adat dan Budaya harus mampu mengambil peranan positif dan produktif di berbagai dimensi kehidupan, termasuk menyelesaikan beragam konflik sosial yang timbul ditengah masyarakat Kabupaten Karo.

“Mengingat besarnya lingkup tanggungjawab Lembaga Adat dan Budaya yang semestinya dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, maka program kerja yang dirancang harus mampu mendukung peningkatan kinerja pemerintah Kabupaten Karo dalam mewujudkan kemajuan tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat Karo,” katanya.

Bupati Karo juga berharap agar konsep program kerja dapat diselenggarakan secara lebih riil dan terukur dalam rangka menerapkan berbagai norma, nilai – nilai luhur kebudayaan khazanah adat Karo yang telah diwariskan. Peran lembaga adat diarahkan untuk menjaga nilai-nilai budaya bangsa yang berorientasi pada toleransi, gotong royong dan kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut juga sudah ada pada masyarakat Karo, seperti budaya kesopanan (mehamat man sangkep nggeluh), “budaya mehangke”, ini harus diangkat kembali, katanya.

Selanjutnya pada kesempatan itu Ketua Umum Lakonta, Drs Sarjani Tarigan MSP didampingi Sekretaris Drs Kenan Ginting MPd dan Bendahara Sumiati br Surbakti dalam sambutannya juga mengingatkan terkait visi Lakonta adalah kelestarian adat dan budaya Karo yang selaras dengan kebutuhan dan keadaan dalam mewarnai konfigurasi kebudayaan nasional yang Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, hakekat adat budaya serta moral harus memiliki spirit perubahan.

Untuk itu, Sarjani Tarigan  berharap agar Lembaga Adat dan Budaya Karo dapat diperdakan oleh Pemkab Karo agar lebih kuat bergerak di bawah payung hukum Peraturan Daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan merupakan kebijakan cerdas dan benar untuk membangun dan melestarikan budaya Karo, katanya.

Acara pelantikan itu dimeriahkan dengan berbagai stand pameran kuliner, obat-obat tradisionil, benda-benda tradisionil serta pagelaran seni budaya tari Gundala-gundala, Ndikkar dan Perkolong-kolong. Sementara hiburan malam di open stage dilaksanakan pementasan Band Karo bersama artis-artis Karo. (marko)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait